Senin 22 Juni PSBB Berlaku di Ambon, Walikota Kerahkan PPNS Untuk Penegakkan Sanksi

by
Sehari menjelang penerapan PSBB, Walikota Ambon Richard Louhenapessy memimpin apel pasukan gabungan di Tribun Lapangan Merdeka Ambon, Minggu (21/6/2020). FOTO : MCAMBON

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Penegakkan sanksi selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan ditangani Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Ini untuk memastikan PSBB dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku. Hal ini dikatakan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy saat memimpin apel gabungan yang berlangsung di Tribun Lapangan Merdeka Ambon, Minggu (21/6/2020).

BACA JUGA : Pengendara Motor Tetap Boleh Berbonceng Selama Penerapan PSBB di Ambon

Walikota mengatakan PSBB akan dijalankan secara terorganisir dan lebih rapih karena telah memiliki pengalaman saat melaksanakan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM). “Dua Minggu pelaksanaan PKM merupakan pengalaman kita, dan diharapkan bisa mendorong kita lebih baik saat penerapan PSBB. Selama PKM kemarin, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki sehingga saat pelaksanan PSBB dua minggu kedepan dapat berjalan sesuai mekanisme,” tambah Walikota.

Menurut Walikota, PPNS dari unsur ASN akan dilibatkan, setiap bidang dalam tim PSBB akan diisi PPNS. Keterlibatan PPNS ini dimaksudkan untuk menangani setiap pelanggaran PSBB yang berujung pada sanksi. “Bila dalam PSBB ditemukan pelanggaran yang mengarah pada sanksi maka PPNS akan bekerja sesuai mekanisme dan wewenang yang diberikan oleh undang-undang, sehingga kita tidak disalahkan dalam menerapkan PSBB,” jelas Walikota.

Loading...

Walikota menambahkan, ada tiga sanksi yang berlaku selama PSBB, pertama sanksi administrasi berupa teguran sampai pada pencabutan ijin usaha, kedua sanksi denda dari Rp.50.000 sampai Rp.30.000.000,- dan ketiga sanksi hukum.

Dijelaskan, PSBB harus dilaksanakan untuk menekan sebaran Covid 19 yang menurut analisa para ahli epidemologi bahwa penyebaran Covid 19 di Kota Ambon akan menuju puncaknya pada minggu keempat bulan Juni dan minggu pertama bulan Juli.

Walikota menekankan, selama PSBB berlangsung tim gabungan tetap mengedepankan langkah-langkah persuasif kepada warga masyarakat, namun tetap tegas dalam melaksanakan tugas dan hindari sikap-sikap kekerasan.

Ditempat yang sama Dandim 1504 Ambon, Kolonel Kav Cecep Tendy Sutandi kepada tim gabungan berpesan, PSBB dapat berhasil apabila masing-masing petugas paham akan tugasnya dan menjalankannya sesuai Standar Prosedur.

Sementara itu, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Leo Surya Nugraha Simatupang dikesempatan itu mengingatkan tim gabungan untuk tidak melakukan tindakan-tindakan berdampak negatif yang kontra produktif selama PSBB berlangsung. (ALFIAN/MCAMBON)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *