Senin, Beras Saset Tiba di Maluku

Senin, Beras Saset Tiba di Maluku

SHARE
Kepala Bidang Operasional Pengadaan dan Pelayanan Publik Bulog Divre Maluku dan Maluku Utara, Armin Bandjar menunjukan contoh jenis beras saset yang akan dipasarkan di Maluku. FOTO : FRISKA BIRAHY (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Rencana Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mendatangkan beras saset ke Maluku tinggal menghitung hari. Inovasi baru ini diupayakan dapat meringankan beban ekonomi warga.

Proses pengemasan beras saset

Kepala Bidang Operasional Pengadaan dan Pelayanan Publik Bulog Divre Maluku dan Maluku Utara, Armin Bandjar memastikan kedatangan beras saset minggu depan. “Senin depan sudah datang. Kami siap buat pengenalan produk beras saset ini ke masyarakat,” akunya kepada Terasmaluku.com saat ditemui di ruangnnya Jumat (13/7/2018).

Sesuai jadwal kedatangan beras saset itu pada Senin 16 Juli 2018. Jumlah beras yang dibawa sebanyak 50 kilogram. Menurut Armin itu gelombang pertama untuk tes produk di pasar. Nantinya akan datang lagi sebanyak 600 kilogram pada Kamis (19/7/2018). Pihaknya bakal mencoba strategi pengenalan produk melalui hard selling tiap car free day.

Beras saset dikemas dalam ukuran 200 gram. Hal itu akan memudahkan masyarakat untuk membeli beras sebagai bahan makanan pokok. Beras kemasan ekonomis itu diperuntukkan bagi masyarakat ekonomi lemah, mahasiswa yang merantau atau tinggal di kos, serta PNS dan anggota TNI/Polri yang masih bujang dan tinggal sendiri. “Kalau ditakar, beras ini sekali masak bisa untuk tiga piring. Jadi bisa buat hemat,” katanya.

Beras saset rencananya tak hanya dijual di Pulau Ambon tapi akan didistribusikan ke Tual dan Ternate, sebelum launching pada September mendatang. Meski kemasan ekonomis dan murah kualitas beras yang dipakai tetap dijaga. Konsumsi beras saset memakai tipe medium. Yakni punya banyak pecahan namun bersih.

Menurut Armin kedepannya, Bulog Maluku dan Maluku Utara akan mendatangkan mesin pengemas beras saset untuk memangkas alur distribusi dan coast. “Kalau dana yang disiapkan tidak tahu, tapi harga satu unit alat kemas dua ratus lima puluh juta rupiah,” tandasnya.(BIR)

loading...