Seorang OTG Isolasi di Banda, Kecamatan Tunggu Respons Dinkes untuk Swab

by
Foto: Dok. Terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Seorang pelaku perjalanan kini tengah jalani isolasi mandiri di Pulau Ay, Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah. Dari test cepat, hasilnya reaktif dengan status OTG (orang tanpa gejala). Kini, gustu kecamatan tengah menunggu respons dinas kesehatan untuk lakukan swab terhadap dirinya.

Saat dikonfirmasi kepada Camat Banda, Abdul Kadir, Jumat, (8/5/2020), dia memberikan penjelasannya. Abdul Kadir membenarkan hal tersebut. Sesuai kebijakan dan protap gustu kecamatan, dirinya telah menuntaskan masa karantina ditambah lagi isolasi mandiri dan terpisah saat kembali ke kampugnya, di Pulau Ay. Sesuai riwayat kesehatan, OTG ini telah jalani tiga (3) kali tes cepat metode rapid test. Dua kali hasilnya reaktif dan sekali non-reaktif.

“Benar itu anak pesantren di Temboro, Magetan, dia baru pulang. Sampai Banda karantina 10 hari di istana mini. Rapid tets 3 kali berturut-turut positif dan seng ada gejala,” jelasnya melalui sambungan telepon.

Dia menambahkan sempat ada perdebatan lantaran pihak keluarga meminta untuk memulangkan dirinya ke Pulau Ay. Sejak tiba di Banda 20 April 2020 dirinya langsung jalani isolasi di rumah sakit kemudian di Istana Mini Banda Naira. Pasalnya rumah sakit yang ada di Banda bukanlah rumah sakit rujukan dan orang tersebut termasuk OTG. Sehingga kebijakannya adalah memisahkan diri ke lokasi lain.

Abdul menjelaskan atas ragam pertimbangan mereka menyetujui pihak keluarga membawanya ke Pulau Ay. Yang mana Abdul menghendaki agar dia tetap berada di Istana Mini hingga ada kepastian hasil swab. Itu berarti sampel OTG tersebut akan dikirim ke laboratorium BTKL-PP yang ada di Ambon.

Loading...

“Tapi karena alasan kemanusiaan dia diijinkan dibawa ke kampung halaman dengan syarat dijalankan protokol isolasi mandiri yang dipantau pemerintah desa dan petugas medis dari puskesmas,” katanya menerangkan.

Untuk saat ini OTG tersebut belum dirujuk ke Ambon untuk pengambilan swab lantaran kendala cuaca dan gelombang laut. Namun camat memastikan kehadiran OTG serta kondisi kesehatannya telah dilaporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Maluku. “Sampai situ saja wewenang camat, keputusan dibawa ke Ambon untuk swab dan sebagainya itu dari dinkes,” tandasnya.

Sementara itu saat ini OTG tersebut tengah menjalani isolasi mandiri dan terpisah dari keluarga di Pulau Ay. Dari informasi warga di Pulau Ay yang diterima Terasmaluku.com, memastikan kebenaran orang tersebut tertib lakukan isolasi.

“Dia ada isolasi dipante motor ada penginapan yang dikhususkan buat isolasi,” ujar salah seorang warga. salah satu penginapan itu, katanya memang telah disiapkan sebagai lokasi isolasi. Dan OTG tersebut tengah berada di sana untuk masa isolasi yang ditetapkan gustu tingkat kecamatan.

Dari keterangan yang diperoleh, pihak keluarga telah menandatangani surat pernyataan yang menjamin bahwa dia benar-benar ikuti semua aturan selama isolasi. Dan jika terbukti melanggar, maka risiko ditanggung pihak yang bersangkutan. (PRSIKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *