Seratusan Daerah di Indonesia Rawan Konflik Sosial

by

AMBON-Setiap daerah di Indonesia diminta melakukan pencegahan sejak dini terhadap berbagai potensi konflik sosial di masyarakat yang bisa terjadi kapan dan dimana saja. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan, semua pihak harus melakukan pencegahan dini atas berbagai potensi konflik sosial di masyarakat.

“Saatnya kita melakukan diteksi dini untuk mencegah adanya disharmoni dan konflik sosial di masyarakat. Potensi ini ada di masyarakat kita,” ungkap Khofifah kepada wartawan usai membuka   Konferensi Ikatan Pendidikan Kesejahteraan Sosial dan Kesejahteraan Indonesia (IPPSI) di Gong Perdamaian Dunia, Ambon, Senin (11/4).

Mensos  menjelaskan, berdasarkan data dari United Nations Development Programme (UNDP), ada 143 daerah di Indonesia yang rawan terhadap konflik sosial. Karena itu, pemerintah daerah dan semua pemangku kepentingan harus dapat melakukan pencegahan sejak dini.

Ia menyatakan, Unicef, UNDP, dan Unesco, memiliki peta masing-masing atas potensi konflik itu. “Kalau peta UNDP itu, ada 143 daerah di Indonesia yang rawan konflik. Dari 143 daerah yang disebut rawan konflik itu, karena itu sudah saatnya kita  melakukan deteksi dini,”katanya. Menurut Mensos, untuk mencegah hal tersebut, Kemensos telah menginisiasi pembentukan forum keserasian di tingkat desa dan kabupaten di sejumlah daerah di Indonesia.

“Kita punya sekitar 2.000 desa di situ ada forum keserasian sosial, jadi sudah ada 2.000 desa tahun ini. Kita sekarang sedang menyiapkan tingkat provinsi dan tingkat nasional saya sudah pernah melantik di Surabaya dan di Makassar untuk Indonesia timur dan Indonesia barat,” jelasnya. Kemensos akan membentuk lagi forum keserasian desa di 500 desa, termasuk di sejumlah daerah yang dalam pemetaan UNDP masuk dalam kategori daerah rawan konflik sosial.

“Jadi forumnya sudah bergerak kalau isunya soal potensi rawan karena persoalan harmoni atarumat beragama maka tokoh-tokoh yang ditunjuk disitu akan melakukan langkah-langkah antisipasi, ini sesuatu yang sudah ada dan sudah diinisiasi oleh Kemensos,”katanya.

Konferensi Nasional IPPSI ini digelar Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM)  dengan peserta dari berbagai kalangan dan puluhan Perguruan Tinggi se Indonesia,  untuk membangun keserasian sosial dari bawah. “Dengan Konferensi IPPSI ini kita sampaikan keharmonisan antar warga  dari Maluku untuk Indonesia dan dunia,” kata Rektor UKIM Cornelis Adolf Alyona, yang juga ketua panitia konferensi.ADI