Sertifikasi Halal Vaksin Covid-19, Tinggal Izin Edar BPOM

by
Botol vaksin sinovac. Sumber: Bloomberg.com

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Vaksin Sinovac telah mengantongi sertifikasi Halal dari MUI. Kini tengah menunggu EUA atau Emergency Use Authoryzation dari Balai POM. Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menetapkan vaksin COVID-19 tersebut halal.

Menukil pemberitaan pada detiknews.com, Wakil menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi telah membenarkan dan memberi pernyataan terkait fatwah halal berdasarkan regulasi yang ada terhadap vaksin.

“Kami tentu mengapresiasi Komisi Fatwa MUI. Penetapan halal ini juga bagian dari bentuk ketaatan terhadap amanat regulasi,” kata Zainut di Jakarta, seperti dalam keterangan pers pada Minggu (10/1/2021).

Itu berarti kini tinggal menunggu satu lagi izin agar vaksin dapat didistrubusi dan segera digunakan. Yakni izin keamanan obat dan makanan dari Balai POM.

Kepada Terasmaluku.com pada Minggu, Kepala Balai POM Ambon, Heriani menjelaskan izin tersebut akan dikeluarkan dari pusat. Untuk itu, sementara waktu vkasin yang tiba pada 4 Januari di Ambon itu masih dalam ruang penyimpanan khusus Dinkes Provinsi Maluku.

“Vaksin sampai hari ini masih disimpan di coldroom dinkes povinsi. Belum didistribusikan menunggu EUA (Emergency Use Authoryzation) ­atau izin edar yang akan diterbitkan oleh Badan POM pusat. Dalam waktu dekat sudah akan diterbitkan,” jelasnya kepada wartawan melalui pesan singkat pada Minggu, (10/1/2021).

Setelah menerbitkan EUA, akan langsung disampaikan ke kemenkes dan dinkes. Jadi, menurutnya penerbitan izin itu tidak mesti melalui POM. Namun balai tetap dilibatkan dalam distribusi sampai ke kabupaten dan kota. Tujuannya untuk memastikan vaksin ditangani sesuai SOP. Juga untuk menjamin keamanan vaksin terutama agar berada di suhu 2-8 derajat celcius.

“Yang mengajukan EUA secara administrasi adalah biofarma. Secara nasional vaksin sinovac ini dikelola oleh biofarma. Makanya kemarin setelah tiba di Bandara Soekarno – Hatta langsung dibawa dan disimpan di biofarma Bandung karena di sana fasilitasnya sudah lengkap,” lanjut Heriani.

Setelah itu didistribusikan ke provinsi pada beberapa hari lalu. Untuk sementara vaksin masih tersimpan di coldroom serta tidak boleh sering dibuka untuk mencegah kenaikan suhu ruang simpan. Vaksin pun dalam pemantauan dua kali sehari.

Terkait kemungkinan adanya keterlambatan izin, Hariani menyatakan semua proses menunggu izin. “Yang pasti Badan POM bekerja keras untuk melakukan penilaian terhadap data-data yg disampaikan oleh pihak yang berwenang dalam proses uji klinis,” terang dia. (PRISKA BIRAHY)