Sertu Hani Noya Buat Warga Desa Tangguh Hadapi Pandemi Covid-19

by
SERTU Hani Noya, Babinsa Koramil 1502-06/Taniwel bersama warga masyarakat Pasinalo melakukan upaya memutus mata rantai COVID-19 di Kecamatan Taniwel, Kabupaten SBB. FOTO : PENREM 151/BINAIYA

SERTU Hani Noya, Babinsa Koramil 1502-06/Taniwel bersama warga masyarakat Pasinalo melakukan upaya memutus mata rantai COVID-19 di Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Sertu Hani Noya membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Covid-19 tingkat dusun dengan memperdayakan para pemuda setempat bermoto” DESA TANGGUH COVID-19″.

Dandim 1502/Masohi Letkol Inf. Nunung Wahyudy Nugroho mengungkapkan Hani melakukan hal tersebut di semua dusun dan desa pada Kecamatan Taniwel. Ini dilakukan untuk membuat masyarakat sadar dan tangguh di masa pandemi covid-19 ini.

“Setidaknya ada  kriteria Satuan Gugus Tugas (Satgas) COVID-19 tingkat dusun ini, yang masing-masing kriteria mempunyai tugas dan kegiatannya masing-masing. Mulai dari pemantauan hingga pendistribusian bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan,” kata Nunung saat ditemui Senin (22/6/2020).

Nunung mengungkapkan empat kriteria Satgas COVID-19 Tingkat Desa di Taniwel yakni, desa tangguh sehat. Satgas melakukan pemantauan terhadap warga yang menjadi pasien ODP, PDP, OTG, dan konfirmasi rawat jalan. “Satgas melakukan pendataan terhadap warga yang memiliki riwayat kontak dengan pasien dan sigap melaporkan kepada Puskesmas, Kelurahan, dan Kecamatan apabila ada warga yang terindikasi gejala COVID-19,” jelas Nunung.

Loading...

Kemudian lanjut Nunung, ada Desa Tangguh Sejahtera,  yakni memberikan kebutuhan permakanan warga yang menjadi pasien ODP, PDP, OTG, dan konfirmasi rawat jalan sesuai yang sudah ditentukan. Kemudian Satgas mendata warga terdampak yang tidak mampu memberikan bantuan terhadap warga terdampak secara gotong-royong.

“Dan memastikan bantuan sosial pemerintah sampai ke penerima, serta melakukan program pemanfaatan lahan dan pekarangan untuk ditanami sayur serta tanaman pangan,”tutur Nunung.

Sedangkan Desa Berani Jaga yakni” Satgas melakukan pembatasan dan pencatatan orang dan kendaraan yang keluar masuk, dan Satgas membuat jadwal jaga kampung untuk setiap warga. Satgas memantau dan memastikan warga yang melakukan isolasi mandiri untuk tidak keluar lingkungan rumah kecuali untuk keperluan fasilitas kesehatan. “Satgas juga memastikan warga menerapkan protokol kesehatan, Satgas bersama warga melaksanakan penyemprotan disinfektan secara rutin,” kata Nunung.

Desa Tangguh Memberitahu yakni, Satgas memberikan informasi dan edukasi kepada warga terkait pencegahan dan penanganan COVID-19, Satgas berkoordinasi dengan petugas berwajib yang menangani COVID-19.

“Dalam Desa Tangguh Memberitahu ini, Satgas melaporkan perkembangan penanganan ODP, PDP, OTG, dan konfirmasi rawat jalan melalui Dinas Kominfo Kabupaten SBB secara berjenjang,” ungkap  Nunung. (ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *