Server Rusak, Pencetakan EKTP di Discapil Ambon Belum Bisa Dilakukan

by
Warga Ambon antri mengurus berbagai dokumen di Kantor Discapil Ambon. FOTO : (TERASMALUKU.COM)

AMBON-Warga Kota Ambon yang membutuhkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (EKTP) harus bisa  bersabar.
Hingga kini pelayanan penerbitan EKTP bagi warga belum bisa dilakukan, karena server pencetakan  EKTP di  Dinas Kependudukan dan   Pencatatan Sipil (Discapil) Kota Ambon rusak  sehingga tidak bisa terhubung dengan jaringan di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta.

“Hingga saat ini server pencetakan EKTP yang mengalami gangguan belum bisa teratasi. Kami sudah sampaikan ke Penjabat Walikota dan diharuskan alat yang rusak dibawa ke Jakarta. Mudah-mudahan besok (Selasa) bisa dibawa ke Jakarta, sehingga teman-teman teknik di Kemendagri bisa  langsung memperbaiki aplikasinya,” kata Kepala Discapil Kota Ambon, Din Tuharea kepada wartawan, Senin (5/9).

Ia berharap perbaikan peralatan  pencetakan EKTP di Jakarta nanti bisa dilakukan secepatnya sehingga langsung dibawa ke  Ambon lagi, untuk  pencetakan EKTP bagi yang sudah melakukan perekaman.

Saat ini tiap hari ratusan warga mendatangi Kantor Discapil Kota Ambon untuk mengurus EKTP mereka. Namun pelayanan pencetakan EKTP tidak bisa dilakukan karena ya itu tadi, servernya rusak. Bahkan ternyata server yang rusak itu terjadi sejak Juli lalu. “Kami setiap saat selalu berkoordinasi dengan tim dari Kemendari tentang kerusakan jaringan, ini butuh waktu untuk perbaikan bukan kami tidak respon atas masalah ini,” kata Tuharea.

Loading...

Menurutnya, yang mengalami gangguan hanya server pencetakan EKTP, sementara  untuk perekaman  EKTP tetap  berjalan seperti biasa. Ia  memperkirakan hingga saat ini  masih ada sekitar 40.000 warga Kota Ambon wajib EKTP yang belum melakukan perekaman  EKTP. Untuk mengenjot warga merekam EKTP, pihaknya membentuk tim yang langsung turun  ke desa dan kelurahan untuk melakukan perekaman   EKTP  terhadap warga yang belum merekam.

“Untuk perekapan EKTP jalan seperti biasa, saya bentuk tim turun ke desa dan kelurahan untuk jemput bola, langsung kita data warga untuk pembuatan EKTP, dan saat sementara jalan. Warga juga bisa melakukan perekapan EKTP di kantor camat pada wilayah tempat tinggalnya,” katanya.

Ia minta warga dapat melakukan perekapan pada kantor desa dan kelurahan serta Kantor Kecamatan, sehingga batas akhir perekapan EKTP yang ditetapkan  Kemendagri pada 30 September warga sudah merekam EKTPnya.  “Kalau warga wajib EKTP pro aktif melakukan perekaman EKTP, saya yakin batas akhir nanti semua warga Ambon wajib EKTP sudah terekam,” katanya. ADI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *