Setelah SBB, BBM Satu Harga Diberlakukan di Buru dan Aru

by
Dirjen Migas, Kepala BPH Migas, Bupati SBB, SVP Fuel dan Marketing Distribution PT Pertamina dan Anggota DPR RI Mercy Barends, meresmikan Program BBM Satu Harga di SPBU Dusun Wailey Desa Latu SBB, Senin (2/10). FOTO : (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-PT. Pertamina (Persero) terus mewujudkan Program BBM Satu Harga, sebagai bagian penugasan pemerintah di seluruh pelosok nusantara. Kali ini, Program BBM Satu Harga diwujudkan di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Provinsi Maluku.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Ego Syahrial meresmikan Program BBM Satu Harga berupa pendirian SPBU mini di Dusun Wailey, Desa Latu, Kecamatan Amalatu Kabupaten SBB, Maluku, Senin (2/10).  Peresmian  BBM Satu Harga di SPBU Dusun Wailey ini dihadiri Kepala Badan Pengatur Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) M Fanshurullah Asa, SVP Fuel dan  Marketing Distribution PT Pertamina (Persero) Gigih Wahyu Hari Irianto, Bupati SBB, M. Yasin Payapo dan Anggota Komisi VII DPR RI Mercy Chriesty Barends.

“Melalui Program BBM Satu Harga, pemerintah bersama Pertamina berkomitmen untuk terus menambah jumlah lembaga penyalur BBM di seluruh Indonesia. Alhamdulillah, pada hari ini (Senin) masyarakat di Amalatu akhirnya bisa menikmati BBM dengan harga yang sama seperti di Jawa. Hal ini tidak lepas berkat dukungan pemerintah daerah, TNI dan Polri, serta stakeholders terkait,” kata Dirjen Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial.

SVP Fuel dan  Marketing Distribution PT Pertamina (Persero) Gigih Wahyu Hari Irianto mengatakan, SPBU Amalatu adalah SPBU ke-25 yang telah terbangun dari total rencana 54 Lembaga Penyalur  Program BBM 1 Harga Nasional di Wilayah 3 T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal).

Untuk Pertamina MOR VIII Papua, Maluku, SPBU di Kecamatan Amalatu ini  merupakan titik ke-13 dari total 19 Lembaga Penyalur yang akan didirikan d wilayah Maluku dan Papua hinga akhir Tahun 2017.

“Pendirian SPBU ini kami harap membawa dampak positif bagi perekonomian dan bagi masyarakat di Kawasan Timur Indonesia, khususnya masyarakat Seram Bagian Barat. Karena BBM di Amalatu sama dengan harga BBM di SPBU di Jakarta dan Pulau Jawa,” kata Gigih.

Sementara itu  Bupati SBB M. Yasin Payapo mengatakan, sebelumnya harga BBM di Amalatu bisa mencapai Rp12.000/liter. Pasokan BBM selama ini diambil dari SPBU di  Kota Masohi, Maluku Tengah yang berjarak sekitar 60 KM.

“Warga Amalatu merasa sangat bersyukur atas kehadiran SPBU di sini, sehingga masyarakat dapat menikmati BBM premium dengan harga Rp6.450/liter dan solar seharga Rp5.150/liter. Tentunya hal ini akan meringankan beban masyarakat yang selama ini kesulitan dalam membeli BBM,” ungkapnya.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan Secara Nasional, pemerintah menugaskan Pertamina merealisasikan BBM Satu Harga di seluruh wilayah Indonesia sejak 1 Januari 2017.

Kepala BPH Migas M.Fanshurullah Asa juga menegaskan, pembangunam SPBU di wilayah 3 T ini bukan merupakan hal yang mudah mengingat geografis dan ongkos angkut yang tinggi, sehingga perlu dipastikan tepat sasaran peruntukannya. “Perlu ada pengawasan dan monitoring dari Pemerintah Daerah dan Aparat agar penyaluran BBM 1 Harga ini tepat sasaran” pungkas Fanshurullah.

Ego Syahrial menyatakan, setelah Amalatu, Kabupaten  SBB, Program BBM Satu Harga akan berlaku di Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru dan Kota Dobo, Kepulauan Aru. Saat ini lembaga penyalur  program BBM Satu Harga  tengah membangun SPBU. Dan diperkirakan sebelum akhir 2017,  Program BBM Satu harga di Kecamatan Air Buaya dan Kota Dobo itu diresmikan pengunannya. (ADI)