SMA N 3 Kairatu Bersihkan Sampah Sepanjang 3 KM

by
Para siswa dan guru SMA Negeri 3 (Smantig) Kairatu, Kabupaten SBB menggelar aksi bersih-bersih pantai, Senin (19/8/2019). FOTO : DOK. SMA NEGERI 3 KAIRATU

TERASMALUKU.COM,-PIRU-Dalam rangka memperingati Hari Pandu Laut Nusantara ke 2 tahun 2019, seluruh siswa dan guru di lingkungan SMA Negeri 3 (Smantig) Kairatu, Kabupaten SBB menggelar aksi bersih-bersih pantai sepanjang tiga kilo meter.

Kegiatan yang digelar pada Senin (18/8/2019), di kawasan Pantai Latu Kecamatan Amalatu ini diikuti lebih dari 300 siswa-siswi dan seluruh pegawai baik tata usaha dan guru SMA Negeri 3 Kairatu.

Kepala Sekolah SMN N 3 Kairatu, Ahmad Wakano, mengatakan, dalam menyambut Hari Pandu Laut Nusantara ke 2 tahun 2019, bukan hanya bersih-bersih pantai dari sampah plastik saja yang dilakukan pihaknya, melainkan digelar juga lomba literasi tentang pantai dan laut.

“Aksi bersih-bersih sampah, dan lomba literasi tentang pantai dan laut yang digelar, merupakan salah satu bentuk support terhadap program “Cinta Laut” yang dicanangkan oleh Kementerian Keluatan dan Perikanan RI melalui pembentukan Organisasi Pandu Laut Nusantara,” kata Wakano.

Dia mengaku, dalam kegiatan pungut sampah yang dilakukan, pihaknya berhasil mengumpulkan sebanyak 600 kantong sampah yang terdiri dari, sampah organik serta sampah non organik dikawasan pantai sepanjang tiga kilo meter tersebut.

“Semua sampah ini berasal dari bebebrapa titik, ada yang dibawa ombak dari kampung lain, ada juga sampah masyarakat yang dengan sengaja dibuang ke laut. Kalau tidak dibersihkan sudah pasti laut kita akan tercemar berbagai macam bakteri,” paparnya.

Wakano mengatakan, kegiatan dalam menyambut Hari Pandu Laut Nusantara seperti saat ini, bukanlah kali pertama bagi SMA Negeri 3 Kairatu. Dijelaskannya, program bersih-bersih pantai dari sampah sudah dimasukan sebagai agenda tahunan pihaknya.

“Pada tahun 2018 kami juga sudah melakukannya. Nah, ini akan menjadi agenda tahunan pihak SMA 3 Kairatu, tapi mengenai penerapannya akan disamakan dengan Hari Pandu Laut Nusantara, yang jatuh pada 19 Agustus ,”jelasnya.

Dia berharap dengan adanya tindakan sosial yang ditunjukan ini, semoga saja masyarakat dapat menyadari tentang bahayanya pencemaran laut akibat sampah.

“Kalau laut kita dicemari dengan sampah organik maupun non organik, sudah pasti pencemaran dan perkembangbiakan penyakit akan semakin mudah. Untuk itu, kami memiliki sasaran agar dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat sudah tidak buang sampah di area Pantai,” katanya.(FADLI)