Sopir Angkutan Umum Masih Abai Terapkan Prokes Bagi Penumpang

by
Tim Gustu Covid-19 Kota Ambon lakukan pemeriksaan terhadap jumlah penumapng angkutan umum di Passo, (9/11). FOTO: Dok. Terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Jelang akhir tahun dan penerapan PSBB IX, gugus tugas Covid-19 Kota Ambon masih saja temukan pelanggaran. Yang mendominasi yakni dari kelompok moda transportasi.

Hal itu kerap dijumpai dalam setiap operasi yustisi yang digelar acak di Kota Ambon. Tim Gustu Kota Ambon yang turun dan memantau langsung di jalan menemukan angkutan umum ada yang memuat penumpang lebih dari kaspitas yang ditentukan. Yaitu di atas 50 persen atau lebih dari 6 orang.

“Kalau pelanggaran kategori umum sudah kurang. Sekarang yang masih tren dan sering ditemui itu, hanya pelanggaran moda transportasi, ” kata Koordinator Fasilitas Umum, Satgas Covid-19 Kota Ambon, Richard Luhukay, Senin (9/11/2020).

Menurutnya jika dibandingkan dengan pelanggaran kategori umum, pelanggar pada moda transportasi cukup dominan. Dia menyontoh dalam sekali operasi yustisi protkol kesehatan (prokes) bisa menjaring hingga 100 pelanggar.

Loading...

Sesuai regulasi yang telah ditetapkan dalam Peraturan Walikota (Perwali) Ambon, Nomor 25 tahun 2020, kendaraan roda empat hanya boleh mengangkut penumpang sebanyak 50 persen saja. Namun, kenyataan di lapangan, masih banyak pengemudi yang mengangkut lebih dari 50 persen.

“Kalau pelanggaran kategori umum seperti tidak memakai masker, hanya didapati tiga dan empat orang saja. Beda dengan pelanggaran kategori moda transportasi, selalu lebih dari 10,” terang dia.

Lebih lanjut mantan Kepala Dinas Pariwisata itu menuturkan aturan jumlah penumpang angkutan umum tak lain untuk menjalankan prokes menjaga jarak. Semakin banyak dan padat penumpang maka taka da jarak aman antar penumpang. Hal inilah yang jadi perhatian pemerintah.

“Persoalan pelanggaran Moda transportasi ini kan, berkaitan dengan jaga jarak, makanya kita akan fokus turun kan angka pelanggarannya dalam beberapa waktu kedepan di masa PSBB transisi tahap sembilan, ” tegas Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon itu.

Pihaknya berharap sopir, pemilk angkutan umum maupun penumpang menyadari hal tersebut. Pembatasan jumlah penumpang semata demi keselamatan warga kota. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *