Sopir Mobil Kemenag Maluku, Pemicu Tabrakan Tewaskan Mahasiswi Ditahan Polisi

by
Mobil Penumpang Waai Yang Ditabrak

AMBON- Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pulau Ambon, Senin (20/6)  menetapkan sopir mobil dinas Kanwil Kementrian  Agama (Kemenag) Maluku, Hidayat Umasugi alias H menjadi tersangka kasus tabrakan dengan mobil angkutan Waai  yang menewaskan seorang penumpang.

Hidayat adalah pemicu tabrakan yang terjadi di kawasan Waitatiri  Kecamatan Baguala Kota Ambon  pada Sabtu (18/6) yang juga melukai empat penumpang termasuk seorang pengendara sepeda motor.

Ia ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan di Unit Lakalantas dan langsung ditahan di ruang tahanan Polres Pulau Ambon.   “Untuk tersangka tabrakan di Waitatiri sudah ditetapkan satu tersangka, dan mulai hari ini (Senin) kita lakukan penahanan,” kata  Kasat Lantas Polres Pulau Ambon AKP Murni Hamsa kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (20/6).

Ia menyatakan, Hidayat  ditetapkan sebagai tersangka  setelah   diperoleh kronologis  dan sketsa  di lokasi tabrakan. Dimana menurut Murni,  mobil jenis vitara dengan nomor polisi DE 1494 AM yang dikendarai tersangka dari arah Kota Ambon  berusaha melambung sebuah sepeda motor di depannya.  Namun saat bersamaan  datang mobil  angkutan  Waai dengan nomor Polisi DE 514 KU dari arah berlawanan  sehingga terjadi tabrakan tersebut.

Loading...

Karena melambung itulah  sehingga keluar badan jalan dan   memicu tabrakan dengan mobil Waai. Tabrakan itu menyebabkan seorang mahasiswi Unpatti bernama   Sartika  Sari Umar, penumpang mobil Waai meninggal dunia serta empat penumpang termasuk seorang pengendara sepeda  motor  dilarikan ke Rumah Sakit Otto Kuyk Passo,  akibat patah tulang dan luka robek.

“Karena kelalaian tersangka, melambung itu  menyebabkan tabrakan dengan mobil Waai yang  terguling lebih dari dua kali, sehingga menyebabkan salah satu penumpang meninggal dunia dan penumpang lainnya luka-luka,” katanya.  Ia  menyatakan, tersangka dijerat dengan Pasal 310  Undang – Undang Lalu Lintas dengan ancaman  hukum lebih dari  lima tahun penjara.

Murni menyatakan, pihaknya sudah memeriksa dua orang saksi.  Lantas juga akan memeriksa sejumlah saksi lainnya termasuk pengemudi mobil Waai yang masih terbaring di RS Otto Kuyk. Senin pagi  sejumlah pegawai  Kantor Kemenag Maluku  juga mendatangi ruangan pemeriksaan. Mereka adalah penumpang mobil Kemenag Maluku yang menabrak mobil Waai tersebut. Namun mereka  hanya sebentar di ruangan pemeriksaan. ADI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *