Sopir Taksi Dapat Pelatihan Pemandu Wisata oleh PT. Angkasa Pura I

by
Dosen StiPram Yogyakarta, Eko Sugiarto memberi pelatihan pemandu wisata bagi sejumlah sopir taksi Bandara Pattimura Ambon pagi tadi (27/12). FOTO: Priska Birahy
TERASMALUKU.COM,-AMBON-Belasan sopir angkot mendapat pelatihan pemandu wisata oleh PT. Angkasa Pura I Bandara Pattimura Ambon. Profesi tersebut dinilai paling dekat dan jadi penggerak pariwisata di Maluku. 

Para sopir yang biasanya hanya mengantar jemput penumpang nyatanya punya keahlian lain yang berperan penting dalam menghidupkan pariwisata Maluku. Untuk itu pihak PT. AP I pun membekali mereka dengan hal-hal dasar tentang pemandu wisata di lapangan. 

General Manager PT. Angkasa Pura I Amirudin Florensius mengatakan pelatihan itu sebagai bentuk dukungan pihaknya terhadap kemajuan pariwisata di Maluku. “Mereka ini kan setiap saat ketemu wisatawan. Ada yang juga jadi pemandu, nah kita bekali mereka dengan cara melayani wisatwaan dan hospitality,” sebutnya usai memberi sambutan Pelatihan Tour Guide di Hotel Swisbell Ambon, Kamis (27/12/2018). 

Para sopir bandara itu, lanjutnya sering mengantar tamu dari dan menuju bandara. Tak jarang mereka merangkap sebagai pemandu dan mengantar tetamu ke lokasi wisata populer. Umumnya mereka hanya memanfaatkan informasi umum dan akses yang telah ada. Amirudin menilai hal itu merupakan kemajuan dan tinggal dipoles dengan pembekalan lain. Salah satunya soal keramahan saat bertemu dan berinterasksi dengan wisatwan. 

“Nah kami bawa pematerinya langsung dari kota Wisata Jogja. Beliau ini dosen dan juga tour guide,” lanjutnya. Pihkanya memlih jogja sebagai kota percontohan dnegan keramahan yang luar biasa. Di sana, orang biasa, tukang becak, tukang ojek pun seragam soal keramahan. Hal itu yang dinilai pihaknya masih kurang di Ambon. 

Generam Manager PT. Angkasa Pura I Bandara Pattimura Ambon, Amirudin Florensius

Banyak orang tahu tempat-tempat keren yang cocok untuk berwisata. Tapi tidak semua punya perlakuan yang pas untuk menjamu wisatawan. Kualitas SDM para pemandu wisata perlu dimaksimalkan. 

Eko Sugiarto pemateri pagi tadi menambahkan pemandu juga harus jelih melihat segala sesuatu. “Tidak semua hal bisa jadi tempat wisata.  Ada sisi lain yang punya nilai jual tinggi untuk menarik wisatawan,” tutur dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (StiPram) Yogyakarta itu. 

Eko menyontoh, Pantai Parangtritis yang berpasir hitam dengan keindahan yang kalah jauh dari pantai di Ambon. Tapi pengunjung pantai tidak pernah sepi. “Yang dijual bukan indahnya, tapi cerita mistis, mitos dibalik itu. Dan wisatawan tidak mau tahu kebenarannya. Itu yang mereka suka,” lanjutnya lagi. 

Hal mistis, mitos, legenda, atau cerita di masyarakat bisa jadi hal menarik yang sayangnya jarang digali lebih dalam. Nah, di Maluku tentu ada tempat-tempat semacam ini yang belum terjamah oleh wisatawan. Kini saatnya para pemandu lebih jeli dalam menggali satu lokasi yang potensial wisata untuk dikembangkan. (PRISKA BIRAHY)