Stabilkan Harga Sembako Jelang Waisak, Disperindag Maluku Gelar Pasar Murah

by

AMBON- Untuk menstabilkan harga sembilan bahan pokok (Sembako) jelang Perayaan Hari Raya Waisak 2560, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Pemerintah Provinsi Maluku menggelar pasar murah di halaman kantor itu.
Pasar murah ini dibuka Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Ekonomi dan Keuangan Roy Hallatu, Senin (16/5) dan berlangsung hingga Selasa (17/5).
Kepala Dinas Perindag Maluku Angky Papilaya menyatakan, pasar murah ini dilakukan Disperindag Maluku untuk menetralisir harga kebutuhan pokok di pasaran jelang Waisak. Ia menyatakan mendekati perayaan hari besar keagamaan, permintaan bahan kebutuhan pokok meningkat sehingga harga pun ikut naik. Apalagi dengan stok barang yang terbatas di pasaran.
“Pada saat mendekati perayaan hari besar, permintaan kebutuhan bahan pokok meningkat dan juga diiringi dengan kenaikn harga sehingga Disperindag berusaha menjaga kestabilan stok, membantu menetralisir kenaikan harga,” kata Angky disela – sela pembukaan pasar murah itu.
Ia menyatakan, kegiatan pasar ini berdasarkan Surat Dirjen Perdangan Dalam Negeri Kemendag RI NO 902/PDM.4/V/2016. Tertanggal 10 Mei 2016 perihal penyelenggaraan pasar murah menyambut hari-hari besar keagamaan nasional.
Angky mengakui saat ini sejumlah bahan kebutukan pokok di pasar tradisional Kota Ambon mengalami kenaikan harga, seperti bawang merah, bawang putih dan gula pasir. Itu terjadi akibat stok yang menipis menyusul terbatas pasokan dari daerah penghasil.
Terkait gula pasir yang naik hingga mencapai Rp 18.000 perkilonya, Angky mengungkapkan, naiknya harga gula pasir disebabkan bergesernya musim pengiriman gula dari Surabaya. Sehingga stok di pasaran Ambon menjadi tidak stabil. “Namun hal ini telah diantisipasi Disperindag Maluku dengan menunjuk salah satu pelaku usaha, Perusahaan Perdagangan Indonesia sebagai pemasok gula untk mentralisir harga,” katanya.
Ia juga menyatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar operasi pasar gula pasir sehingga dapat menstabilkan harga gula di pasaran.
“Kami berharap pasar murah ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan bahan pokok agar dapat membeli degan harga terjangkau,” katanya.
Harga barang yang dijual di pasar murah ini memiliki selisih harga sekitar 10 persen dengan harga di pasaran di Ambon. Misalnya harga gula pasir, di pasaran Rp 18.000 perkilo, di pasar murah hanya Rp 13.000 perkilonya, dengan jatah yang bisa dibeli 5 kilo tiap orang.
Pasar murah ini diminati para ibu-ibu. Begitu pasar dibuka langsung diserbu ibu-ibu berbelanja. “Kegiatan pasar murah sangat membantu kami masyarakat kecil, apalagi dilaksanakan saat harga kebutuhan pokok di Ambon terus naik,” kata Ina, salah seorang ibu yang berbelanja di pasar itu.
Dinas Perindag Maluku di tahun ini akan menggelar pasar murah selama empat kali. Yakni menyambut Hari Raya Waisak, menyambut bulan puasa, Hari Raya Idul Fitri dan menyambut Hari Natal. (FAR)