STKIP Hatta Syahrir Banda Naira Gelar Seminar Nasional Sejarah Jalur Rempah Dan Maritim Global

by

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hatta Syahrir Banda Naira, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku akan menggelar seminar nasional sejarah jalur rempah dan sejarah maritim global di Istana Mini Banda Naira pada Selasa, 3 April  hingga Rabu, 4 April  2018.

Ketua Panitia Seminar, Dr. Mohammad Farid, M.Sos mengungkapkan, seminar menghadirkan  pakar sejarah lokal dan nasional sebagai  narasumber. Yakni, Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan  Kebudayaan Nasional  Hilmar Farid, P.HD, ahli sejarah maritim, Dr. Abd. Rahman Hamid dan ahli sejarah perbudakan nusantara dari Universitas Pattimura,  Dr. Usman Thalib, M.Hum.

“Seminar nasional sejarah jalur rempah dan sejarah maritim global ini digelar atas kerjasama STIP Hatta-Sjahrir dengan  Kemenristekdikti, Pemerintah Provinsi Maluku, Yayasan Warisan dan Budaya Banda serta Sekolah Tinggi Ilmu Perikanan (STIP) Hatta Syahrir Banda Naira,” kata Farid kepada Terasmaluku.com, Selasa (6/2).

BACA JUGA : Buka Pesta Rakyat Banda, Gubernur Minta Dibenahi Lagi  

Loading...

Farid mengungkapkan, rempah diperdagangkan berabad sebelum masehi. Jalurnya membentang dari Asia Selatan hingga Timur tengah dan Eropa, dibawa oleh iringan karavan Arab dan Cina.  Pada masa itu, rempah sangat berperan penting bagi kehidupan manusia. Kemajuan di bidang kartografi dan astronomi pada abad ke 15 dan 16, membuat Christopher Columbus, dan Vasco da Gama menembus jalur asal rempah-rempah, yang kala itu buah pala, cengkeh dan lada terkenal sebagai komoditas utama.

Columbus, dan Vasco da Gama menuju Asia Tenggara. Prolog Penemuan jalur rempah memicu berbagai perubahan signifikan.  Kejayaan yang dicapai kerajaan dan kesultanan di nusantara selama berabad-abad seketika mengalami pergolakan akibat politik bangsa Eropa yang dengan segala cara berupaya memonopoli rempah nusantara termasuk di wilayah Maluku dan Kepulauan Banda.

Puncak kekejaman VOC terjadi pada peristiwa “Genosida Banda” 1621. Dalam tulisan berjudul The Conquest, penaklukan yang dilakukan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Jan Pieterszoon Coen beraroma luka dan amis darah rakyat Banda. “Sejarah jalur rempah dan sejarah maritim global   tersebut akan dibahas  dalam seminar  nasional itu,” kata Farid.

Menurut Farid, dalam seminar itu nantinya ada  pemaparan materi, paper oleh para dosen, peneliti, praktisi dari berbagai perguruan tinggi,  dilanjutkan diskusi parallel bersama.  Setelah  itu  ada  sejarah pariwisata  (historical-tourism) keliling Kota Tua Banda Naira, mengunjungi gedung dan kawasan peninggalan kolonial Belanda dan Inggris abad ke-17 dan ke-18 Masehi yang tersebar di Kepulauan Banda Naira. (ADI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *