Stok Beras Aman, 2 Ribu Ton Dalam Perjalanan Ke Ambon

by
Perum Bulog Divre Maluku pastikan stok beras selama bulan ramadan hingga bebebrapa bulan ke depan aman untuk Maluku dan Maluku Utara, (27/4). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Sebanyak 40.000 karung atau 2.000 ton beras Bulog tengah dalam perjalaan dari Surabaya ke Ambon.  Beras tersebut didatangkan untuk membantu stabilisasi kebutuhan pangan beras.

2.000 ton beras itu merupakan tahap pertama dari total 4.500 beras yang rencana datang ke Maluku. Tahap kedua yaitu 2.500 ton akan didatngkan usai kebutuhan tersalurkan.

Kepala Bidang Pengadaan Operasional dan Pelayanan Publik, Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Maluku, Hamdani Malawat menjelaskan hal itu siang tadi kepada Terasmaluku.com. “Tahap pertama katong datangkan 2.000 dulu. Sampe abis lebaran masih cukup,” jelas Hamdani, Senin (27/4/2020).

Beras yang segera datang itu akang memperkuat stabilitas pangan selama bulan puasa hingga beberapa bulan ke depan. Untk saat ini kata Hamdani, sudah ada stok beras untuk kebutuhan bulan ini hingga berakhirnya puasa. Di gudang penyimpanan bulog ada 7.000 ton beras. “Jadi untok stok beras aman bahkan setelah lebaran masih aman,” lanjutnya.

Loading...

BACA JUGA: Bulog Datangkan 200 Ton Gula Pasir ke Ambon dan Ternate

 

Selain beras, gula pasir juga sementara didatngkan dari Lampung untuk kebutuhan gula di Maluku dan Maluku Utara sebanyak 200 ton.

Pembelian gula dari pabrik swasta ini sudah berlangsung sejak pertengahan April. Hanya saja kata Hamdani, ada keterlambatan di administrasi dan harga beli dari pihak perusahaan.

Menurutnya saat pembelian itu belum masuk musim panen tebu. Tak ayal, harga beli gula pasir di tingkat produsen cukup tinggi. sementara Bulog harus menjaga harga jual di tingkat pengecer sesuai HET (harga eceran tertinggi). Yaitu Rp 12.000 perkilogram. Mereka membelinya dengan haraga Rp 10.550 perkilogram kemudian dijual ke pengecer seharga 11.650.

Kedatangan gula pasir itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Maluku bahkan di tengah pandemi. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *