Sudah Bayar Sewa, Pedagang Perbaiki Kios Pasar Apung yang Rusak

by
Sorang pedagang menggergaji triplek untuk menutup plafon kios yang dibiarkan terbuka dan bocor, (28/6). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Para pedagang telah menempati pasar sementara, Pasar Apung. Sayangnya kondisi kios jauh dari kata layak, pedagang pun dilarang berjualan oleh pengembang.

Ada 330 kios di pasar apung yang terbuat dari papan. Ada yang kondisinya lapuk. Lantai pasar becek dan kotor. Bagian atas kios tidak diberi plafon. Bahkan ada bangkai hewan mati di lorong lapak. Terdapat bocor di sejumlah titik. Kondisi itu makin para dengan tidak ada satupun pintu kios yang dibangun oleh pengembang.

Pedagang yang telah didesak pindah terpaksa membenahi sendiri. Darai pantauan wartawn di lapangan siang tadi, sejumlah pedagang sementara memasang seng.

Mereka menambah bagian seng agar area kios tidak tergenang air. Itu lantaran seng yang dipasang pengembang tidak sampai menutup seluruh kios. Ada pula yang memperbaiki lantai kios dengan menambah semen.

“IKios rusak-rusak seng layak buat ditempati. Jadi pedagang harus tambah lagi. Ini pedagang bayar kios baru abis itu katong juga yang perbaiki rusak rusak,” keluh Ogen, pedagang di kios 71, (28/6/2021).

Ogen dan pedagang lain yag mayoritas berjualan pakaian itu bingung lantaran belum ada listrik. Tidak satu pun dari kios pedagang di Pasar Apung punya instalasi listrik. Hanya ada beberapa titik di tengah lorong yang dipasang pengembang.

Sementara mereka sudah memindahkan barang dan bersiap berjualan. “Katong mau bajual bagimana, lampu seng ada. Ada banyak yang kurang. Seng ada plafon sementara katong ini bajual pakaian,”lanjut dia.

Saat ditemui siang tadi mereka semua mengeluh dengan kondisi lapak. Para pedagang dijanjikan pindah namun tak menyangka kondisinya buruk. Bahkan janji pemkot untuk memperbaiki kios pun tak ditepati. Belum lagi mereka semua dilarang oleh pengembang untuk berjualan.

“Katong sudah kasi pindah barang-barang kemarin. Tapi dapa tantang dari pengembang seng boleh bajual. Katanya pemkot belum kasi lunas uang jadi seng boleh bajual,” imbuh Pia, pedagang lain sambil menunjukkan kondisi kios miliknya.

Luasan kios mereka pun sangat sempit. Beberapa pedagang sampai melontorkan kalimat jika kandang kambing jauh lebih lebar dari tempat mereka berjualan.

Pia dan pedagang lain di situ mengaku, mereka tidak dibolekan pindah. Di lain sisi pedagang sudah hampir dua tahun tidak berjualan dengan normal. Kios baru menjadi harapan mereka untuk kembali berjualan.

Dengan kondisi yang buruk itu, mereka berencana untuk kembali menemui anggota DPRD Kota Ambon. Mereka meminta agar ada kunjungan langsung di Pasar Apung untuk melihat kondisi tempat berjualan. (PRISKA BIRAHY)