Sumringah, Kado Ramadan Bagi Anak-anak Pengungsian Ongkoliong

by
Seorang bocah berjalan menenteng mainan yang baru saja dia terima menuju tenda pengungsian di Ongkoliong, Batumerah, (18/5). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Senyum keceriaan dan keseruan terlihat dari beberapa anak yang berlari dari sela-sela tenda pengungsian. Di tangannya, mereka menggenggam ragam maianan. Ada boneka Barbie, mainan alat dokter juga.

Anak-anak ini merupakan warga Ongkoliong yang alami musibah kebakaran pada akhir Maret lalu. Tak ada rumah untuk berlindung, mereka terpaksa bersama keluarga berbagi ruang dengan warga lain di tenda. Di usia sedini itu yang mereka pikirkan sudah pasti bermain.

Saling pamer mainan, FOTO: Priska Birahy

Namun dengan keadaan seperti ini ruang gerak mereka makin terbatas dan sulit. Untuk itulah Dodi dan Eklin bersama Komunitas Jalan Merawat Perdamaian (JMP) mencoba berbagi keceriaan melalui sejumlah alat bermain kepada 100an anak di tempat pengungsian.

“Kalau mau dibilang bantuan banyak diberikan tapi umumnya buat orang dewasa. Sedangkan saat pandemi anak-anak juga terdampak. Jadi katong coba lihat itu dan bantu hadirkan keceriaan meski di tengah situasi sulit,” terang Eklin Amtor de Fretes, inisiator ‘Kado di Bulan Ramadan’ di sela-sela pembagian bingkisan sore kemarin, (17/5/2020).

Ada sebanyak 131 anak di tempat pengungsian. Dirinya menjelaskan telah ada koordinasi lebih dulu dengan RW juga penanggungjawab posko pengungsi dari Negeri Batumerah. Mulai dari anak usia 1 bulan hingga 17 tahun.

Loading...

Eklin yang juga seorang pendongeng itu menjelaskan dirinya bersama komunitas bergerak dengan dukungan donasi sejumlah donator. Ada yang pribadi, komunitas juga lembaga. Seperti dari My Home Ambon, Yayasan Clerry Cleffy Institute juga Komunitas Atap Langit.

“Intinya katong hanya ingin anak-anak pun turut merasakan kalau dorang juga tetap diperhatikan. Kalau anak-anak dong bahagia dan ceria tentu itu jadi sesuatu yang baik,” lanjutnya usia menyerahkan kado secara simbolis kepada ketua RW setempat.

Eklin, boneka Dodi dan Farhan

Melalui ketua RW koordinator pengungsi dari pemerintah negeri 131 bingkisan dibagi kepada anak-anak. Mereka tampak begitu antusias. Farhan Usemahu, bocah kelas 5 SD yang kebagian buku dan alat tulis. Dia terlihat bersemangat saat menerima kado tersebut. “Nanti mau pake kalau su masuk sekolah,” katanya yang tengah mengeck hadiah buku sambil berjalan menuju tenda. Ada juga beberapa balita yang langsung memainkan bola dan boneka usai menerima kado.

“Katong ikut bahagia anak-anak ini bisa ceria. Kan dong di tempat pengungsi serba terbatas, tapi dengan kado ini anak-anak bisa bermain,” tambah Penanggung jawab Posko Pengungsian, Nini Kusniati. Rencananya usai pandemi, Eklin bakal mendongeng kepada anak-anak di tempat pengungsian. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *