Survei KCI-LSI: Masyarakat Ingin Gubernur Baru, Namun SA Masih Teratas

by
Manager Operasional KCI-LSI Network, Ikrama Masloman merilis hasil survei kepada wartawan Rabu (18/10). FOTO : ALFIAN (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Lembaga Survei Konsultan Citra Indonesia (KCI) dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network, merilis hasil temuan dan analisis survei meningkatnya keinginan masyarakat untuk memilih Gubernur Maluku.

Hasil survei KCI-LSI Network, masyarakat Maluku lebih menginginkan pemimpin baru di Maluku dibandingkan pemimpin yang saat ini, Gubernur Maluku petahana, Said Assagaff (SA). Namum hasil survei juga memperlihatkan sang  petahana SA, masih diposisi teratas dibandingkan bakal calon (Balon) Gubernur lainnya.

Hal tersebut berdasarkan survei yang dilakukan pada 27 September hingga 5 Oktober 2017, dengan tatap muka terhadap 660 responden yang dipilih dengan menggunakan metode multisatge random sampling, margin of error survei ini plus minus 3 persen. “Dari survei yang ada saat ini masyarakat Maluku lebih menginginkan Gubernur Maluku yang baru, dari pada yang saat ini menjabat,” kata Manager Operasional KCI-LSI Network, Ikrama Masloman kepada wartawan di The City Hotel Ambon, Rabu (18/10).

Menurutnya, ada tiga alasan publik Maluku ingin gubernur baru yakni, mayoritas publik Maluku merasa hidupnya tak berubah selama 5 tahun terakir. Pemilih Maluku ingin perubahan dan yang ingin petahana memimpin kembali dibawah 50 persen.

Ikrama mengatakan, bila dibandingkan dengan data sebelumnya pada Mei 2017 yang ingin gubernur baru hanya sebesar 32,3 persen saja. Namun hanya dalam waktu 6 bulan saja terjadi peningkatan sebesar 11,5 persen publik ingin gubernur baru. Menurut dia, jika hal ini terus meningkat, maka dapat berdampak besar terhadap petahana, SA.

Ia juga  menyebutkan, dari total 11 kabupaten/ kota di Maluku hanya 3 Kabupaten yang ingin petahana kembali memimpin Maluku yakni, Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual dan Kabupaten Buru. Sedangkan untuk daerah lainnya  inginkan  gubernur baru. “Mereka yang masih kuat menginginkan petahana kembali pimpin Maluku hanya segmen pegawai negeri dan pengusaha saja,” katanya.

Ikrama  mengatakan, dari Simulasi 12 nama calon Gubernur Maluku yang dilakukan, elektabilitas SA masih teraras yakni 32,3 persen, Murad Ismail 10,9 persen, Barnabas Orno 8,8 persen, Abdullah Vanath 8,4 persen, Abdullah Tuasikal 6,5 persen, Herman Koedoebon  5,4 persen, Komarudin Watubun 1,9 persen, Tagob Soulisa 1,9 persen, Bitzael S Temmar 0,5 persen, Andreas Retranubun 0,5 persen, Michael Watimena 0,2 persen.

“Elektabilitas petahana dibawah 40 persen. Dan selisih  petahana dengan penantangnya dibawah 25 persen, sehingga ini sangat berdampak besar kepada petahana,” terangnya.  Ia menambahkan, dari data ini bisa mengevaluasi kinerja petahana agar menjadi catatan kuat kedepannya lagi. Namun bisa juga berpeluang terhadap penantang petahana di Pilgub Maluku 2018 nanti. (IAN)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *