Survei LSI : Paparisa  BARU Tetap Ungguli PANTAS  

by
Adji Alfaraby didampingo Risakota Sangadji, koordinator Riset LSI Maluku saat keterangan pers, Selasa (20/12).

AMBON-Konsultan Citra Indonesia (KCI) dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI Network) kembali merilis hasil survei opini publik terhadap pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Ambon. Hasil survei LSI, pasangan Richard Louhenapessy – Syarif Hadler atau Paparisa BARU mengungguli  pasangan Paulus Kastanya- M.A.S. Latuconsina atau PANTAS.

Direktur KCI-LSI Network Adji Alfaraby menyatakan, berdasarkan temuan survei terbaru yang digelar pihaknya pada 12 hingga 17 Desember 2016, pasangan Paparisa Baru masih tetap unggul dari pesaingnya PANTAS. Menurut dia, hasil  survei LSI tersebut menunjukan mayoritas publik Kota Ambon menginginkan Richard memimpin Kota Ambon lagi.

”Jika Pilkada Kota Ambon dilaksanakan pada saat survei dikerjakan (Desember), Richard-Syarif tetap unggul. Elektabilitas pasangan Richard – Syarif pada Desember ini sebesar 53,3 persen. Sementara elektabilitas pasangan Paulus Kastanya-M.A.S Latuconsina sebesar 33,7 persen. Dan mereka yang belum menentukan pilihan sebesar 13,0 persen,” kata Alfaraby dalam keterangan pers di Ambon, Selasa (20/12).

Ia menyatakan, survei menggunakan metode Multistage Random Sampling dengan  wawancara tatap muka (kuesioner) terhadap  440 responden dari berbagai segmen. Margin of error survei ini adalah +/-4.8 persen.   Servei LSI ini untuk mengetahui dampak elektoral terhadap pasangan calon setelah debat kandidat yang digelar KPU Kota Ambon pada Sabtu (10/12).

Alfaraby  menyatakan ternyata hasil survei, debat kandidat tidak menyedot perhatian publik Kota Ambon. Hanya 11,6 persen warga  Kota Ambon yang mengikuti debat kandidat, sisanya 79,1 persen justru tidak mengikutinya. Dan yang mengikuti debat kandidat itu 90.50 persen sudah pilihan, sisanya belum punya pilihan.

Menurut Alfaraby, berdasarkan hasil survei, warga yang menginginkan Richard kembali memimpin Kota Ambon merata di semua segmen pemilih. Baik segmen laki-laki maupun perempuan, pemilih Kristen maupun pemilih Muslim, berpendidikan tinggi maupun rendah serta berbagai segmen profesi mulai PNS, pengusaha, pedagang,  sopir dan nelayan.

“Hasil survei kami, pemilih beragama Kristen Protestan, pemilih terbesar di Kota Ambon 64,80 persen menginginkan Richard pimpin Kota Ambon lagi, hal yang sama juga diinginkan pemilih Muslim dengan presentasinya 46,00 persen,” katanya.

Alfaraby menyatakan, berdasarkan temuan survei adanya tren menjauh selisih pasangan Paparisa BARU dan PANTAS. Dimana hasil survei pihaknya yang dirilis  pada Oktober 2016, elektabilitas PAPARISA Baru 51,2 persen, sedangkan PANTAS 33,3 persen. Dan yang belum menentukan pilihan sebesar 15,5 persen. “Itu artinya setelah berkampanye sekitar dua bulan, elektabilitas  Paparisa BARU justru naik,” katanya.

Lalu apa alasan mayoritas publik menginginkan Richard memimpin Kota Ambon lagi dan elektabilitasnya tetap unggul, menurut Alfaraby berdasarkan hasil survei, warga menginginkan Richard   karena tingginya kepuasan atas kinerja Richard selama menjadi Walikota Ambon.

Kepuasan terhadap Richard selama menjadi Walikota tertuang pada empat program yang dinilai berhasil. Yaitu program Ambon bersih dengan lima kali mendapatkan Adipura, situasi Kota Ambon makin aman, Ambon terang, pemasangan lampu jalan  serta Ambon sejahtera. “Tingkat kepuasan yang paling tinggi terhadap Richard merupakan variabel utama mengapa posisi elektabilitas sebagai calon walikota masih kuat,” katanya.

Selain itu, survei LSI menunjukan, 62,7 persen publik Kota Ambon menilai pasangan Paparisa BARU lebih berpengalaman dibanding penantangnya. Aspek kemampuan dan pengalaman merupakan salah satu pertimbangan utama selain kepribadian dalam memilih. Selain itu, pasangan paparisa Baru dinilai lebih merakyat.

Akhirnya bagaimana prediksi pergeseran dan perubahan suara di sisa 57 hari menuju Pilkada Kota Ambon.  Menurut Alfaraby, hasil survei menunjukan  hingga Desember, mayoritas pemilih Kota Ambon sudah menentukan pilihan, hanya sekitar 13 persen yang belum menentukan pilihan. “Kedua pasangan kandidat di sisa waktu akan terus bertarung memperebutkan pemilih yang belum menentukan pilihannya. Dengan sisa waktu ini, jika tidak ada blunder politik incumbent (Richard), maka sulit bagi kompetitor untuk mengejar,” kata Alfaraby. (ADI)