Survei MSS : SANTUN Ungguli Pilkada Maluku 41,50 Persen

Survei MSS : SANTUN Ungguli Pilkada Maluku 41,50 Persen

SHARE
Media Survei dan Strategis (MSS) merilis hasil survei terbarunya, Minggu (25/3). Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Said Assagaff- Andareas Rentanubun (SANTUN) unggul di Pilgub Maluku 2018. SUMBER MSS

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Media Survei dan Strategis (MSS) merilis hasil survei terbarunya. Hasil survei MSS menunjukan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Said Assagaff- Andareas Rentanubun (SANTUN) masih unggul di Pikada Maluku 2018.

Direktur MSS Husein Marasabessy mengungkapkan berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihaknya sejak 5 hingga 15 Maret 2018, mayoritas masyarakat Maluku masih menginginkan petahana Said Assagaff memimpin Maluku  lima tahun lagi daripada dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.

“Hasil survei, pasangan SANTUN masih unggul dari pasangan Calon Gubernur dan Wakil Maluku, Murad Ismail- Barnabas Orno, dan juga pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Herman A. Koedoeboen dan Abdullah Vanath,” kata Husein dalam siaran pers hasil survei MSS yang diterima Terasmaluku.com, Minggu (25/3).

Menurut Hesein berdasarkan hasil survei MSS, pasangan SANTUN unggul dengan dukungan 41,50 persen, urutan kedua ditempati pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Herman A. Koedoeboen (HEBAT) dengan dukungan 25,00 persen. Sementara pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Murad Ismail-Banabas Orno menempati posisi ketiga dengan dukungan 13.40 persen.

“Hasil survei kami, SANTUN memimpin klasemen Pilkada Maluku dengan 41,50 persen, margin antara SANTUN dan HEBAT 16,5 persen, sedangkan margin antara HEBAT dan BAILEO 11,6  persen,” kata Husein. Husein menjelaskan, survei menggunakan metode multistage random sampling dengan responden sebanyak 440 orang di sebelas kabupaten/kota se Maluku dan memiliki  margin eror sebesar kurang lebih 4,8 persen.

Lalu apa yang menyebabkan SANTUN unggul dari dua pasangan calon lainnya?. Husein mengungkapkan, berdasarkan hasil survei ada empat alasan sehingga petahana Said Assagaff masih unggul. Yakni popularitas Said Assagaff tertinggi, 91.40 persen dari calon lainnya dan memiliki kesukaan 85,10 persen. “Hanya SA yang tingkat popularitas dan kesukaannya memenuhi syarat kemenangan yakni di atas 85 persen, dikenal dan disukai merupakan kunci seseorang menang dalam Pilkada,” katanya.

Menurut Husein, faktor lain yang membuat Said Assagaff unggul, publik Maluku merasa puas atas kepemimpinannya dengan presentasi  67,93 persen. Dan masyarakat  menganggap gubernur berhasil sebesar 69,30 persen dalam menjalankan  tugasnya.  “Dalam rumus Pilkada jika kepuasan dan keberhasilan incumbent atau petahana di atas 50 persen  maka incumbent tersebut berpeluang besar untuk terpilih kembali,” kata Husein.

Selain itu menurut Husein,  publik Maluku  juga puas  terhadap kinerja Pemerintah Provinsi dalam berbagai aspek yakni, keamanan, pendidikan, pelayanan kesehatan, transportasi darat, komunikasi, fasilitas umum, transportasi laut, jaringan listrik dan infrastruktur jalan. Hasil survei nilai kepuasan aspek-aspek tersebut masih diatas 60 persen hingga 85 persen.

Faktor lain yang membuat Said Assagaff unggul karena merupakan Calon Gubernur yang berpengalaman. Hasil survei menunjukan, dari tiga  pasangan calon tersebut, mayoritas publik Maluku menilai Assagaff sebagai Gubernur berpengalaman.

Husein menyatakan, dari sisi dukungan partai politik,  meski pasangan SANTUN   hanya diusung empat partai, namun itu tidak berpengaruh. Menurutnya,  banyak partai bukan berarti banyak pendukung, karena Pilkada merupakan jualan figur.

Husein juga mengungkapkan, swing voters atau prilaku pemilih yang berubah  sebesar  20,10 persen  yang akan menjadi rebutan ketiga pasangan disisa 93 hari menuju hari pemungutan suara  Pilkada Maluku 27 Juni 2018. (ADI)

loading...