Susu Kental Manis Tidak Untuk Diseduh, Jangan Keliru Konsumsi SKM

Susu Kental Manis Tidak Untuk Diseduh, Jangan Keliru Konsumsi SKM

SHARE
Susu Kental Manis

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Perdebatan tentang susu kental manis (SKM) dan cara penyajian yang keliru selama ini sedang ramai diberitakan pada berbagai media online nasional. Kandungan gizi serta polemik yang beredar bahwa susu kental manis bukanlah susu makin ramai dibicarakan. Masyarakat dinilai telah diberi informasi yang tidak tepat tentang SKM dan cara penyajiannya.

Untuk diketahui sebelumnya pihak Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan edaran tentang iklan dan pelabelan produk pangan. Yakni Surat Edaran NOMOR HK. 06.5.51.511.05.18.2000 tahun 2018 tentang Label dan Iklan pada produk Susu Kental dan Analognya (subkategori pangan 01.3). SKM salah satu produk yang dinilai rancu pada nama dan kandungan di dalamnya.

Bahkan dalam surat edaran BPOM tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya disebutkan agar tidak menampilkan visualisasi susu cair dan menyatakan SKM sebagai minuman pengganti selain produk susu sapi, murni, pasteurisasi susu formula pun susu pertumbuhan. Masyarakat dan konsumen pun ikut mempertanyakan terkait kandungan dan apa sebenarnya SKM tersebut.

Berbagai pendapat pun bermunculan. Tak sedikit yang takut dan bingung dalam mengonsumsi SKM. Lalu apa sebenarnya SKM yang tak banyak diketahui konsumen.“Pihak BPOM pusat sudah keluarkan edaran untuk klarifikasi. Jadi masyarakat perlu tahu biar tidak salah,” sebut Kepala Bagian Sertifikasi dan layanan informasi konsumen BPOM Maluku Sandy Tokan Ola kepada Terasmaluku.com, Jumat (6/7/2018) siang.

SKM merupakan produk susu berbentuk cair kental yang diperoleh dengan menghilangkan sebagian air dari campuran susu dan gula. Produk ini lantas dipasteurisasi untuk menghilangkan mikroba berbahaya. Lebih lanjut menurut Sandy berdasar klarifikasi resmi BPOM SKM merupakan subkategori dari kategori susu cair atau jenis susu bubuk.

Karakteristik dasar SKM yakni kandungan lemak susu tak kurang dari 8 persen serta protein 6,5 persen. Meski begitu seluruh produk susu kental dan analognya tidak dapat menggantikan produk susu dari jenis lain sebagai penambah atau pelengkap gizi. Itulah mengapa SKM tidak bisa dijadikan sumber gizi pengganti susu apalagi dikonsumsi sebagai susu pertumbuhan anak-anak. “SKM itu pelengkap bukan pengganti. Ada aturan pakainya,” lanjut Sandy.

Selama ini sebagian besar masyarakat telah salah memaknai dan menyajikan SKM tidak untuk diseduh dan diminum layaknya susu sapi, susu formula, susu dipasteurisasi maupun susu pertumbuhan. Berdasarkan anjuran dan aturan yang dikeluarkan BPOM, SKM hanya bisa dijadikan campuran untuk penambah rasa manis pada kopi, teh atau coklat serta dijadikan toping minuman dan kudapan.

“Kami akan bantu sampaikan ini kepada masyarakat melalui sosialisasi biar tidak salah mengonsumsi,” aku Sandy. Masyarakat juga diharapakan lebih bijak dan cerdas mengonsumai SKM. Yang perlu diingat SKM bukan pengganti susu melainkan pelengkap. (BIR)