Suzanne Rastovac Kali Pertama di Panggung Christmas Carol

by
Suzanne Rastovac begitu antusias saat ada di panggung Christmas Carol dan menyanyikan dua lagu. Energi postifi serta makna mendalam lagu punya impresi yang emosional baginya. FOTO: Minggus Noya for Terasmaluku.com

STERASMALUKU.COM,AMBON–Lagu Toma Hasa Nusa punya Arles Tita langsung mencuri perhatian warga kota yang hadir pada acara Christmas Carol di depan Baileo Oikumene Ambon, Jumat (21/12/2018). Lagu yang kental dengan petuah, nasihat serta filosofi kemalukuan itu seperti menggerakan para penonton yang hadir untuk bernyanyi bersama. 

Namun pada even tahunan di Kota Ambon itu, toma hasa nusa dibawakan berbeda. Lagu yang rilis pada 2015 itu dinyanyikan ulang oleh penyanyi asal Belanda Suzanne Rastovac dalam formasi akustik bersama gitaris asal Maluku, Mario Marthen. Suasana syahdu, teduh dan kalem jadi mood yang dihadirkan saat membawakan lagu tersebut.

Suzanne yang baru kali pertama bernyanyi di hadapan warga Kota Ambon juga antusias dan senang bisa membawakan lagu Maluku di tempat asalnya. “Toma hasa nusa punya muatan yang penting dan kuat. Pesannya juga baik disampaikan saat natal,” sebut Suzanne Terasmaluku.com usai tampil membawakan dua lagu, Toma hasa nusa dan Redemption song (21/12/2018) malam.

Loading...

Sebelumnya, Suzanne juga meng-cover dan merilis lagu tersebut pada 11 Mei 2018 melalui kanal Youtube Suzanne Rastovac. Saat ditanya lebih lanjut, lagu itu nyatanya punya makna yang dalam serta impresi personal bagi Suzanne.  Karena itu dia putuskan untuk menyanyikan lagu tersebut saat even Christmas Carol. 

Saat tampil kemarin, banyak orang dari deretan penonton yang kagum dengan pengucapana Bahasa Indonesia yang matang. Padahal programming and publicity campaigns di the Indisch Memorial Center (Indisch Herinneringscentrum) itu tidak memiliki darah Maluku. “Beta kerja tentang sejarah dan belajar juga sejarah Maluku,” ucapnya dengan menggunakan Bahasa Ambon yang cukup fasih.

Hal itu membuat dia amat dekat dengan tradisi, budaya dan orang-orang Maluku. Dia bahkan mengaku begitu emosional saat berada di atas panggung Christmas carol. Yaitu tatkla energi positif dan interaksi dengan penonton. 

Usai tampil dia sempat memberi kesan dan pesan kepada anak muda di Maluku. “Beta kali kedua ke Ambon liat ada banyak talenta, tapi mungkin sedikit malu atau seng pede,” sebut perempuan yang menuntaskan pendidikan sejarah di Utrecht University dan Universiti Sains Malaysia. Bagi dia anak muda perlu sedikit lebih berani untuk menampilkan yang mereka miliki. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *