TAJUK : Kongres HMI dan Toleransi Umat Beragama di Ambon

by

PELAKSANAAN Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke 30  di Kota Ambon tinggal menghitung hari. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan membuka Kongres organisasi mahasiswa tertua di Indonesia ini pada Rabu 14 Februari 2018 di Kampus Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon.

Ambon menjadi satu – satunya kota di wilayah timur Indonesia, setelah Makassar  yang dipercayakan menjadi tuang rumah Kongres HMI.  Itu  melalui proses panjang dan tentu  mendapat dukungan penuh dari masyarakat, pemerintah daerah dan wakil rakyat di Maluku.

BACA JUGA : 14 Februari Presiden Buka Kongres HMI di Ambon

Dukungan Kongres HMI datang dari Kelompok Cipayung Provinsi Maluku  yang merupakan forum bersama lima  organisasi mahasiswa. Yakni, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).   Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Cipayung di Maluku, Sabtu, 3 Februari 2018 menyatakan sikap bersama mendukung pelaksanaan Kongres HMI di Ambon.

Pernyataan sikap dibacakan Koordinator Wilayah GMKI Maluku Dodi Soselisa yang berlangsung di Sekretariat Badko HMI Maluku- Maluku Utara. Sebuah kebersamaan yang ditunjukan  kaum intelektual  muda Maluku dalam menyukseskan Kongres di Ambon.  OKP Cipayung  Maluku mendorong agar melalui momentum Kongres HMI, dapat mengusulkan dan memutuskan point-point rekomendatif menyangkut kepentingan dan kebutuhan Provinsi Maluku agar sejajar dengan provinsi lainnya di Indonesia. Dari segi pembangunan, Maluku harus dapat disejajarkan dengan daerah lain di Indonesia.

Kelompok Cipayung juga minta seluruh masyarakat Kota Ambon untuk mendukung Kongres hingga selesai. Warga Kota Ambon dapat memberikan pesan dan kesan yang positif bagi seluruh tamu, peserta dari seluruh kota provinsi dan kabupaten di Indonesia.

Selain Kongres HMI  juga digelar  Musyawarah Korps HMI-Wati (Kohati) atau  (Munaskoh) dalam waktu yang bersamaan di Ambon. Baik Kongres HMI dan Munaskoh untuk  memilih Ketua Umum Pengurus Besar (PB). Karena itu ada ribuan peserta yang akan menghadiri Kongres HMI di Ambon.

BACA JUGA : Mahasiswi Pasca Sarjana Buru Ini Siap Bertarung Rebut Ketum Kohati PB HMI

Selain memilih Ketua Umum, Kongres HMI juga akan membahas  berbagai isu baik internal maupun eksternal. Ketua Umum Pengurus Besar HMI  Mulyadi P, Tamsir di  Ambon, Kamis 11 Januari 2018 mengungkapkan, salah satu isu yang akan dibahas dalam Kongres adalah persoalan intoleransi, Bhineka Tunggal Ika serta persoalan lainnya di Indonesia. Kongres HMI di Kota Ambon bertemakan  “Mengokohkan kebangsaan dan mewujudkan Indonesia berkeadilan”.Tema ini akan menjawab persoalan intoleransi, Bhineka Tunggal Ika yang terjadi di Indonesia saat ini.

Kota Ambon sebagai tuan rumah sekaligus kota toleransi sesuai dengan tema sehingga harus diwujudkan di Indonesia sebagai negara yang berkeadilan. Keadilan menjadi persoalan di Indonesia saat ini  dan harus dijawab,  terutama di wilayah Indonesia timur.  Karena  itu dengan kongres HMI ini, kondisi wilayah Indonesia timur akan lihat cara pandang masyarakat Indonesia ke pemerintah pusat, sehingga ke depan masyarakat Indonesia akan berkeadilan dan sejahtera.

Kongres HMI di Kota Ambon diharapkan dapat menjadi ajang promosi Kota Ambon sebagai kota yang damai dan toleran. Tentu kami berharap Kongres HMI berlangsung aman dan lancar  tanpa ada kekerasan seperti yang terjadi saat Kongres sebelumnya di daerah lain. Berkongreslah sebagai  intektual muda, berahlaqul karimah, generasi muda yang kreatif,  penerus pemimpin  Bangsa Indonesia. Kami juga berharap   ke depan HMI bisa berbenah, perbaiki diri dan bangkit menjadi organisasi yang besar dan jaya untuk Indonesia.

Selamat datang dan Selamat Berkongres di Ambon, Bahagialah HMI (***)