Tak Mau Kecolongan Lagi Dengan Covid-19, Ini Yang Dilakukan Pemkab KKT

by
sumber: Voi.id

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) tidak ingin kecolongan lagi dengan covid-19. Mereka terus menjaga daerahnya agar tidak ada lagi orang yang masuk ke KKT terkonfirmasi positif civid-19.

Sebagaimana diketahui, pada September lalu, KKT dijebol covid-19 menyusul satu penmpang KM. Sabuk Nusantara 34 tujuan Saumlaki, ibukota KKT yang naik dari Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dinyatakan positif terpapar covid-19.

Alhasil, seluruh penumpang harus diswab. Dari hasil pemeriksaan swab penumpang, 28 penumpang tujuan KKT dinyatakan positif terpapar. Namun, saat ini, KKT sudah kembali ke zona hijau menyusul pasien positif di KKT sudah sembuh.

Menjaga agar tidak kembali kecolongan, Pemkab KKT masih memperketat pengawasan orang masuk ke wilayah yang dulunya bernama Kabupaten Maluku Tenggara Barat itu.

“Pengawasan orang masuk tetap dilakukan, karena kita tidak ingin kecolongan lagi. Makanya sampai saat ini pembatasan jumlahpenumpang baik melalui transpotasi udara maupun laut masih diberlakukan,”ungkap Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 KKT Andre Kurniawan kepada Terasmaluku.com, Jumat (9/10/2020) via seluler.

Loading...

Disamping itu, pengawasan kesehatan bagi pelaku perjalanan yang masuk ke wilayah KKT juga diperketat lagi. Sehingga koordinasi dengan Satgas Covid-19 di Kota ambon dan Provinsi Maluku juga ditingkatkan. Karena pelaku perjalanan yang masuk ke wilayah KKT sebagian besar dari Kota Ambon.

Disamping itu juga, dengan perubahan Gugus Tugas menjadi Satgas, didalamnya terdapat dua bidang baru yaitu bidang perubahan perilaku dan relawan.

Dengan adanya dua bidang baru ini, sosialisasi dan himbauan-himbauan terkait keutamaan mematuhi protokol kesehatan tetap dilakukan baik oleh pihak Pemkab dan Satgas maupun instansi terkait lainnya melalui razia-razia meskipun KKT saat ini zona hijau.

“Sosialisasi dan himbauan agar masyarakat taat protokol kesehatan tetap dijalankan, bahkan ampai ke tingkat desa-desa. Kepala-kepala desa juga sudah diinstruksikan agar selalu mengajak dan menghimbau masyarakat untuk tetap patuhi protokol kesehatan, bahkan ada razia-razia untuk itu,”sambungnya.

Saat ini, di KKT juga diterapkan aturan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan tidak berkerumun sesuai Peraturan Bupati. “Perbup ini akan tetap dijalankan sesuai kebutuhan kondisi. Kalau yang melanggar ada sanksi seperti push up dan lain sebagainya,”tandasnya. (Ruzady)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *