Tambah Lagi 2 Kasus Positif Covid-19 di Maluku Dari Hasil Lacak Pasien 02

by
Tambah dua kasus positif Covid-19 di Maluku dari hasil lacak jejak terhadap pasien 02, usia 74 tahun, (13/4). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Hasil lacak jejak terhadap pasien 02 kembali menambah jumlah orang positif Covid-19 di Maluku. Dua orang lagi terkonfirmasi positif dari rantai terdekat pasien lansia tersebut. Total ada lima orang dalam radius terdekat pasien 02 yang saat ini positif dan diisolasi.

BACA JUGA : OTG Covid-19 Jalani Perawatan di Luar Rumah Sakit

BACA JUGA : 45 Anggota DPRD Maluku Potong Gaji Untuk Penaganan Virus Corona, Ini Nilainya

Hal itu disampaikan resmi oleh tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Maluku dalam keterangan pers Senin (13/4/2020) sore. Ketua Harian Gugus Tugas COVID -19 Maluku, Kasrul Selang dalam keterangan pers memastikan dua orang itu merupakan orang dalam lingkaran terdekat pasien 02. Dengan demikian jumlah kasus positif di Maluku ada 14 kasus.

“Dua orang itu adalah cucunya si nenek yang terlacak oleh tim medis. Satu dia baru lulus SMA, satu lagi masih remaja,” tegas Kasrul. Dengan demikian jumlah orang positif dari pasien 02 saja menjadi 5 orang. Hasil tes swab pertama kedua cucu nenek tersebut membuktikan mereka memiliki virus corona. Namun dengan tanpa gejala atau OTG (orang tanpa gejala).

Berbeda dengan sang nenek, kedua cucu ini dirawat di Balai Diklat Waiheru Ambon. Hal itu memungkinkan lantaran mereka memang tidak memiliki gejala klinis sama sekali. Seperti batuk, sesak napas, panas dan lain sebagaianya. Sehingga tidak membutuhkan alat-alat medis seperti mereka yang positif dengan gejala. Tim gugus juga telah mengevaluasi sistem perwatan dengan cermat.

Loading...

Dua pasien baru itu langsung mendapat isolasi ruang atau dipisahkan ruang dengan mereka yang sehat atau belum terpapar virus. Obat-obatan, multivitamin diberikan dan tetap dalam pantauan tim medis.

BACA JUGA : Dinkes Ambon Dapat 150 Orang Berkontak Dari Hasil Lacak Pasien 02

“Karena kita punya ruangan isolasi juga terbatas. Jadi kita pisahkan mereka yang OTG dan bergejala. Mereka sudah dipastikan kondisi klinisnya dan tidak butuh ventilator ataupun infus. Cukup rawat terpisah dan kasih vitamin,” terangnya. Menurut Sekda Maluku ini, dari hasil evaluasi tim medis, sistem perawatan ini adalah yang paling efisien dan memungkinkan untuk ditempuh.

Dari hasil lecak jejak, kata Kasrul, ada peluang yang lebar bahwa lebih banyak orang Ambon yang sudah terpapar. Itu lantaran telah ada transmisi lokal yang besar dari hanya satu pasien. Seperti pada pasien 02.

Untuk diketahui, riwayat pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah merah. Berdasar hasil lacak jejak pertama, ada penambahan pasien positif tanpa gejala dari pasien 02. Yaitu pasien 04, 05 dan 06. Status mereka telah dipastikan pada Sabtu 11 April 2020 lalu. Saat ini mereka semua sedang dalam isolasi di diklat. Dengan kondisi klinis tanpa gejala .

Dari situ tercipta sejumlah kontak fisik dengan orang rumah sekitar. Hal inilah yang disbut Kasrul berpotensi ada penyebaran luas. Dalam kesempatan itu dia kembali menegaskan agar isolasi mandiri bagi para pelaku perjalanan benar-benar dilakukan dengan tepat, disiplin dan tuntas. Tujuannya agar tidak menambah jumlah sebaran virus. Apalagi banyak temuan kasus yang tanpa gejala. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *