Tambang Emas Gunung Botak Ditutup

by
Gubernur Maluku memberikan keterangan pers usai pertemuan membahas Gunung Botak, Senin (27/2). Foto : TERASMALUKU

AMBON- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku bersama aparat TNI/Polri akan menutup lokasi tambang emas Gunung Botak di kawasan Petuanan Negeri Kayeli Kabupaten Buru. Penuntupan dilakukan menyusul maraknya aktivitas penambang emas ilegal pasca penarikan aparat TNI/Polri awal Januari lalu, dan  kini mulai mencemari lingkungan lagi .

Penutupan ini merupakan hasil  rapat bersama  Muspida Maluku yang dipimpin Gubernur Maluku Said Assagaff  di ruang rapat Kantor Gubernur Senin (27/2). Rapat dihadiri Pangdam 16 Pattimura Mayjen TNI Donni Monardo, Kapolda Maluku Brigjen Pol. Ilham Salahudin, staf Kementerian Polhukam, staf Kejati Maluku bersama unsur terkait lainnya termasuk Penjabat Bupati Buru, Ismail Usemahu, Kapolres dan Komandan Kodim Buru.

“Hasil rapat  kita sepakati Gunung Botak kita tutup. Tim mulai  pekan ini  akan bekerja mungkin dua puluh hari kedepan untuk sosialisasi kepada masyarakat dan penambang. Saya harap kepada penambang – penambang ilegal agar meninggalkan lokasi tambang,” kata gubernur  kepada wartawan usai pertemuan yang digelar tertutup untuk kalangan pers itu.

Gubernur menyatakan, penutupan Gunung Botak ini sudah ia sampaikan kepada Presiden Joko Widodo, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, saat menghadiri  Musyawarah Besar (Mubes) Raja – Raja di Gedung Kristen Center Jumat (24/2). Menurut gubernur, Presiden, Panglima TNI dan Kapolri saat itu sepakat lokasi tambang emas segera ditutup.

Loading...

Gubernur menyatakan, berdasarkan laporan dari stafnya dan aparat keamanan  yang ia terima, saat ini mulai ada lagi dampak pencemparan lingkungan akibat  banyak penambang ilegal beraktivitas dengan mengunakan  sianida dan merkuri untuk pengolahan emas secara ilegal. Kali Anahoni, kawasan Gunung Botak yang sebelumnya sudah dibersihkan, kini airnya  mulai tercemar limbah merkuri dan sianida. Aliran Kali Anahoni ini sampai ke Teluk Kayeli Pulau Buru, dan  mengancam pencemaran lingkungan  ke perairan tersebut jika aktivitas penambangan ilegal tidak segera ditutup.

Gubernur tidak mau menyebutkan masuknya ribuan  penambang ilegal ke Gunung Botak karena adanya bekingan dari kelompok – kelompok tertentu. Namun yang pasti menurutnya saat ini berdasarkan laporan yang diterima ada ribuan penambang ilegal beraktivitas di lokasi tambang emas Gunung Botak.

Ia menyatakan, apa yang dilakukan saat ini untuk masa depan Pulau Buru. Gubernur tidak mau terjadi lagi pencemaran lingkungan yang merugikan masyarakat di daerah itu.  Setelah tim yang terdiri dari aparat TNI/Polri  dan unsur Pemprov Maluku dan Pemkab Buru melakukan sosialisasi pengosongan lokasi tambang Gunung Botak, tim akan membahas lagi untuk mengambil langkah- langkah tegas selanjutnya.

“Setelah sosialiasasi  ini kalau mereka (penambang ilegal) tidak mau pulang, kita siapkan kapal, kita paksa mereka pulang, kita tegas utuk ini, kita tidak mau lagi kerusakan lingkungan terjadi lagi,” katanya.

Tambang emas Gunung Botak Kabupaten Buru ditutup sejak 14 November 2015 atas perintah Presiden Joko Widodo akibat pencemaran lingkungan, namun pada awal Januari 2017, aparat TNI/Polri yang mengamankan Gunung Botak ditarik untuk pengamanan Pilkada, akibatnya ribuan penambang memasuki lokasi tambang itu lagi. (ADI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *