Tangan Usil Pengunjung Bikin Bunga Matahari Stres Dan Layu 

by
Kebun Bunga Matahari Telaga Kodok Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah yang stres akibat ulah usil pengunjung (26/3). FOTO: Istimewa

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Sejak dibuka 2 Maret 2019 kebun bunga matahari Telaga Kodok ramai didatangi ribuan pengunjung. Sayangnya bunga-bunga cantik itu perlahan layu. Bukan karena masanya, melainkan stres.

Serbuan ribuan warga di Kota Ambon yang penasaran dengan adanya agrowisata ini berefek panjang pada tanaman-tanaman di situ. Nasarudin petani sekaligus pemilik kebun menyebut masa hidup bunga matahari yaitu dua bulan selama musim panas. Kelopak-kelopak kungingnya akan mekar dan membesar mengikuti arah matahari.

Namun belum juga tiba waktu, bunga-bunga di kebun ada yang layu lebih dulu. Lisna Yusuf anak pemilik kebun kepada wartawan mengungkapkan hal itu. “Bunga lagu karena stres. Sebab pengunjung injak bedeng,” bebernya, Selasa (26/3/2019).

Kebun yang berlokasi di Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah Pulau Ambon itu ditanami lebih dari 1.000 batang bunga. Nasrudin ayah Lisna dibantu remaja masjid setempat membuat bedengan di atas lahan seluas seperempat hektar sebagia media tanam. Dalam proses pengerjaan mereka juga memberi jarak pada beberapa ruas antara bedeng sebagai tempat lalu lalang pengunjung.

Saat Terasmaluku.com berkunjung awal Maret lalu, beberapa remaja tampak menemani pengunjung sambil mengarahkan. Namun ada banyak kejadian tak terduga. “Katong pasti awasi tapi kalau satu kali serbu ribuan orang juga katong bingung lai. Seperti saat libur nyepi,” akunya. Saat hari libur itu, tercatat ada 4.500 pengunjung kebun dalam sehari.

Bahkan pernah mereka menjumpai kelopak-kelopak bunga buntung lantaran telah dipetik oleh pengunjung yang usil. kejadian itu baru diketahui saat sore sebelum waktu tutup. Kebun yang dikelola swadaya itu telah menyediakan tempat khusus berupa tangga dan kuda-kuda yang memudahkan pengunjung berfoto. Sayangnya masih ada saja perilaku merusak.

Untuk menjaga kelangsungan kebun, kini mereka tengah memperluas area tanam dan menambah jenis tanaman untuk ditanam. “Katong juga tambah spot foto lain untuk mengalihkan pengunjung kalau jumlahnya banyak,” jelas Lisna.

Mereka berharap pengunjung bisa lebih sadar untuk tidak merusak tanaman. Agrowisata kebun pertama di Maluku ini juga diupayakan menjadi penggerak ekonomi di Desa Telaga Kodok dan menambah variasi destinasi berlibur di Ambon. (PRISKA BIRAHY)