Tanggapan Dishub Kota Ambon Soal Penutupan Lajur Jalan Rijali

by

TERASMALUKU.COM,AMBON –  Penutupan lajur di perempatan Jalan Pattimura – Rijali disebut sebagai rekayasa lalu lintas. Kepala Dinas perhubungan Kota Ambon, Robby Sapulette menyatakan rekayasa dilakukan pihak polresta Kota Ambon.

“Jalan Rijali memang dilakukan polresta. Saya sudah cek oleh polresta,” jelasnya singkat kepada sejumlah media di Balai Kota Ambon siang tadi, (27/1/2021).

Loading…

Penutupan disebut sebagai salah satu cara untuk mencegah kemacetan. Dia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait penutupan untuk rekayasa lalin.

Penutupan lajur itu disebut untuk mengurangi kemacetan di depan Markas Polda Maluku Jalan Rijali. Atau perempatan Jalan Pattimura – Rijali.

Hanya saja kebijakan itu menuai masalah lain. “Ada plus minusnya. Dengan ada rekayasa itu tidak ada lagi tabrak arus belso. Depan polda crowded berkurang. Tapi kurangnya ada penumpukan di Tulukabessy,” papar Robby.

Selama ini dishub kota telah mencari formula memecah kemacetan di titik merah jalan Kota Ambon. Yakni di Jalan Tulukabessy hingga menuju Jalan Rijali kawasan Batumerah yang kerap terjadi bottle neck.

Robby merinci penutupan jalur Rijali maka tumpuan penumpukan bertambah di Jalan Tulukabessy. “Dengan rekayasa itu arus juga tertumpu ke Tulukabessy,” papar dia.

Namun pihaknya telah berkoordinasi dengan satlantas untuk membahas hal tersebut. Pasalnya sudah ada warga yang mengeluhkan kondisi tersebut. Beberapa pengayuh becak, katanya telah bertemu dengan satlantas untuk menyampaikan keluhan panjangnya rute yang harus mereka tempuh.

“Saya sudah bertemu dengan satlantas. Menurutnya rekayasa itu akan dikaji bersama. Nanti akan dipantau beberapa hari lagi. Kan rekayasa ini uji coba untuk cari format atau skenario yang tepat. Mereka akan uji coba beberapa hari ke depan,” katanya. (PRISKA BIRAHY)