Tanggapi Insiden KM. Tidar Kandas, Begini Kata Kadis Perhubungan Maluku

by
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Muhammad Malawat. FOTO: TERASMALUKU.COM

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Muhammad Malawat angkat bicara atas insiden KM. Tidar kandas di perairan sekitar Pelabuhan Namlea, Kabupaten Buru beberapa hari lalu.

BACA JUGA : KM. Tidar Kandas di Perairan Namlea, Kabupaten Buru

                                           KM. Tidar kandas di perairan Namlea Senin (26/7/2021). Foto : Humas Polres Buru

Pihak Pelni Ambon sendiri menyebutkan alur kapal di sekitaran Pelabuhan Namlea sempit sehingga sebabkan KM. Tidar kandas disamping faktor angin kencang.

Sementara DPRD Maluku melalui Ketua Lucky Wattimury menyoroti jika di sekitar peraiaran itu minim lampu lalulintas laut.

Apakah kedepannya jalur di perairan Namlea itu akan ditambahkan rambu laulintas atau tidak agar insiden serupa tidak terulang lagi, Kadis Malawat mengatakan hal itu akan dikoordinasikan lebih dahulu dengan pihak-pihak terkait

Karena menurutnya, rambu lalulintas laut di perairan Namlea sudah ada.

“Tidak, ada (rambu lalulintas laut) disitu, tapi nanti saya coba koordinasi lagi tapi setau saya ada (rambu lalulintas). Tapi saya akan koordinasi apakah perlu ditambah atau tidak,”tuturnya saat diwawancarai terasmaluku.com via seluler Jumat (30/7/2021).

Begitu juga kemungkinan pengerukan jalur yang sempit, kata Malawat hal itu juga akan dikoordinikan lagi, apakah perlu atau tidak. “Kalau itu nanti saya akan coba koordinaskani untuk hal yang seperti itu,”sambungnya.

Dijelaskannya, berdasarkan hasil koordinasi dengan nahkoda kapal, insiden kandasnya KM. Tidar beberapa hari lalu itu dikarenakan faktor alam karena angin kencang hantam badan kapal saat olah gerak ketika menuver kiri sesaat pasca lepas tali dari dermaga, bukan karena human error.

BACA JUGA : Dihantam Angin dan Jalur Sempit Faktor Penyebab KM. Tidar Kandas di Namlea

Bahkan lanjut dia, KM. Pangrango saat itu ditugaskan evakuasi penumpang KM. Tidar dari dermaga Namlea juga sempat dihantam angin dan menabrak karet penyangga pada dermaga.

“Jadi memang kondisi cuaca karena mereka kru kapal disiplin tinggi, nahkoda itu pasti karirnya dari bawah, dari angkut barang sampai jadi nahkoda. Jadi memang itu bukan human error, tapi karena cuaca lagi angin kencang jadi kehantam. Tapi upaya (tambah rambu lalintas laut dan pengerukan) itu akan saya coba komunikasikan lagi,”tandasnya. (Ruzady)