Tapak dan Lapak Pelayanan di Ternate

by
Pendeta Ruth Saiya, paling kanan. FOTO : DOK. PRIBADI

KOTA kecil penuh kenangan. Pernah tinggal bersama di kota ini di tahun 2011-2015. Perdana melayani sebagai pdt GPM di jemaat Imanuel Ternate (gereja ayam). Di Ternate saya belajar menjadi pelayan dan menyaksikan kemuliaan Tuhan dari waktu ke waktu, through up and down . Kalau pun ada tantangan itu wajar, saya percaya itu proses utk menjadi tangguh dan semakin merasakan kasih Tuhan.

Ternate adalah tipe jemaat unik. Anggota jemaatnya selalu berganti. Selalu ada orang baru dan seiring dengan itu selalu ada pengalaman baru. Banyak di antara mereka yang tercatat di jemaat ini datang di Ternate karena pekerjaan, sekolah, kuliah dan menikah. Tipe jemaat transit, karena itu updating data dan dinamika pelayanan mengalami perubahan secara cepat.

Di tahun ini, dalam kepemimpin Pdt Gloria Malaiholo sebagai Ketua Majelis jemaat dan Ketua klasis Ternate Pdt Wem Terloit serta sekretaris Klasis Pdt Doni Toisuta, salah satu unit pelaynan di jemaat ini dilembagakan menjadi Jemaat definitif yakni Jemaat GPM Soa Tabanga dengan ketua jemaat pertama Pdt Dela Pattiapon. Artinya Jemaat Imanuel Ternate terus mengalami pertumbuhan dari waktu ke waktu atas kemurahan Tuhan.

Setiap orang yg pernah datang ke kota ini akan merindukan kota kecil yg tidak pernah tidur ini. Kesibukan dan keramaian saling memeluk dan menjadikan kota ini tetap terjaga dan semakin hidup.

Aer Guraka, 3G (Guraka, Gulmer, Gramakusu), Pisang mulut bebek, Dabu-dabu roa, kue pelita, dan kuliner lainnya dapat menemani percakapan-percakapan yang luar biasa antar sahabat dan keluarga, dan akan membuat kamu semakin rindu dan berharap bisa kembali lagi ke kota ini, suatu waktu, dalam perkenan Tuhan.

( Penulis : Pendeta Ruth Saiya, pernah melayani di Gereja Ayam Ternate)