Taruna AAL Kunjungi Kodam Pattimura

by
Pangdam 16 Pattimura bersama Tarnuna ALL di Kodam Pattimura, Selasa (21/11). FOTO : PENDAM PATTIMURA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Taruna dan Taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) mengunjungi Kodam 16 Pattimura, Selasa (21/11). Taruna dan Taruni ALL diterima langsung  Pangdam 16 Pattimura, Mayjen TNI Suko Pranoto di ruang kerjanya. Kunjungan Taruna dan Taruni ALL dalam rangka Praktek Jala Yudha Taruna AAL tingkat 4 angkatan ke-63.

Rombongan yang diketuai oleh Letkol (Laut) Tunggul serta didamping Mayor (Laut) Joko Purwanto, 8 Taruna dan 3 Taruni, dijadwalkan berkunjung selama tiga hari di Kota Ambon, mulai Selasa (21/11) hingga Jumat (24/11). Di Ambon, Taruna dan Taruni ALL melaksanakan berbagai kegiatan. Diantaranya Courtesy call/kunjungan kehormatan ke pejabat daerah, promosi ke beberapa SMU di Kota Ambon, olah raga persahabatan dengan masyarakat, Cocktail Party, bersih pantai di Pintu Kota Ambon dan Open Ships di kapal perang untuk masyarakat yang diadakan setiap hari.

Selain itu juga, Taruna/Taruni Tingkat IV angkatan ke-63 AAL Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL akan unjuk kebolehan dengan atraksi drum band kirab keliling Kota Ambon pada tanggal 22 November 2017 pukul 15.00 WIT dengan start di gong perdamaian dunia dan finish di lapangan Merdeka Kota Ambon.

Latihan Jalayudha merupakan latihan pelayaran bagi Taruna/Taruni AAL Tingkat IV yang bertujuan untuk memberikan pengalaman dalam mengoperasikan kapal combatan sebagai media latihan dengan harapan dapat membangkitkan jiwa patriotisme dan militansi para Taruna sebagai modal dasar prajurit-prajurit bahari yang tangguh dan pantang menyerah.

Dalam kesempatan itu Pangdam didampingi Aspers, LO AL dan Kapendam menjelaskan, wilayah Maluku dan Maluku Utara merupakan tanggung jawab Kodam 16 Pattimura yang merupakan kawasan kepulauan dan memiliki kurang lebih 2.000 pulau. “Kita bersyukur, terlahir oleh nenek moyang yang berjiwa ksatria. Indonesia ada karena ada Maluku, penjajah datang karena memburu rempah di Maluku,” kata Pangdam.

Ia mengungkapkan, Maluku pernah mengalami konflik sosial tahun 1999 yang mengakibatkan banyak korban, penyebab awalnya hanya permasalahan kecil. Sehingga Maluku dinyatakan sebagai daerah rawan konflik, karena masyarakatnya mudah tersulut.

Menurut Pangdam, wilayah laut Maluku lebih luas dari wilayah darat, untuk itu oleh pangdam terdahulu dicetuskan program Emas Biru dan Emas Hijau, yang apabila dikembangkan, dikelola dan dimanfaatkan dengan baik bisa membantu kesejahteraan masyarakat Maluku.

“Pasalnya kesejahteraan dapat mendatangkan keamanan dan keadamaian, yang disebut sebagai Emas Putih. Maluku ini bisa menjadi surga apabila dapat dikelola dan dimanfaatkan semua potensi alam yang ada,” kata Pangdam dalam siaran pers Penerangan Kodam 16 Pattimura. (ADI)