Tata Lokasi Tambang Gunung Botak, BPS Bangun Infrastruktur Warga

by
Petugas dari PT.BPS tengah mengerjakan saluran air di kawasan petuanan adat Kayeli Kabupaten Buru.

AMBON_Sebagai bentuk tanggungjawab sosial terhadap masyarakat sekitarnya, PT. Buana Pratama Sejahtera (BPS) membangun berbagai infrastruktur untuk warga di kawasan petuanan adat Negeri Kayeli Kecamatan Teluk Kayeli Kabupaten Buru, Maluku. PT. PBS adalah perusahan yang mendapat izin dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku untuk mengangkat sedimen bercampur sianida, mercuri serta emas di kawasan Sungai Anahoni tak jauh dari tamang emas Gunung Botak Kabupaten Buru. Lokasi tambang emas itu adalah daerah petuanan adat Kayeli.
Manager Operasi PT. BPS Bambang Riyadi menyatakan pembangunan berbagai infrastruktur itu dilakukan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT.BPS. Infrastruktur dan berbagai sarana itu dibangun di dusun- dusun serta desa pada wilayah petuanan Kayeli. Diantatanya, penimbunan jalan di jalur H Desa Wamsait, jalan Kayeli – Anahoni, perbaikan dan penimbunan jembatan Kayeli, pembuatan saluran air, pembuatan tanggul sungai Dusun Wayasel Desa Kayeli dan Desa Masarete sejauh 1 KM serta pembangunan fasilitas umum milik warga lainnya di wilayah itu.
Sebelumnya akses jalan di petuanan Kayeli yang menghubungkan sejumlah dusun dan desa di wilayah itu tidak bisa dilalui warga akibat kerusakan jalan, apalagi jika musim hujan tiba. Jalan tidak memiliki saluran air serta sungai yang tidak bertalud menyebabkan banjir di jalur jalan kawasan Kayeli saat hujan tiba..
“Kini setelah kami perbaiki jalan, membuat saluran air dan talud sungai, warga sudah bisa melintasi jalan dengan menggunakan berbagai kendaraan termasuk bersepeda, meski musim hujan. Termasuk anak –anak sekolah bisa belajar dengan baik karena akses jalan ke sekolah sudah diperbaiki, ” kata Bambang Minggu (16/10).
Menurut Bambang, kehadiran PT.BPS harus berpengaruh positif bagi masyarakat dan lingkungan. Untuk itu PT.BPS membantu warga dalam mengatasi masalah kerusakan dan keterbatasan infrastruktur. Bambang menyatakan meski saat ini, belum ada pemasukan perusahan dari tambang emas Gunung Botak, namun perusahan memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu warga sekitarnya lewat program CSR. Pembangunan berbagai infrastruktur dan sarana untuk warga itu dilakukan tulus.“Dalam menata Gunung Botak, kami memiliki komitmen untuk selalu membantu warga yang mengalami berbagai masalah infrastruktur di sekitar lokasi. Program CSR ini tulus dari kami, meski saat ini perusahan belum mendapat pemasukan,” katanya.
PT. BPS mendapat izin dari Gubernur Said Assagaff untuk pengangkatan material sedimen yang mengandung sianida, mercuri dan emas sejak November 2015, tak lama setelah lokasi Gunung Botak ditutup. Material diangkat dari kali Anahoni, dipindahkan ke lokasi penampungan material PT.BPS tak jauh dari Sungai Anahoni. Material mengandung sianida, mercuri dan kandungan emas itu sebelumnya diolah penambang ilegal dalam bentuk kolam rendaman dan sistem tong di sepanjang kali Anahoni. Materi tersebut diambil dari lokasi Gunung Botak secara ilegal oleh ribuan penambang. Penambangan ilegal itu menyebabkan kerusakan lingkungan, ratusan hektar tanaman sagu makanan khas Maluku di hilir kali Anahoni mati. Pemprov Maluku pun menutup aktivitas tambang ilegal itu.
Untuk mengatasi kerusakan lingkungan tersebut, PT. BPS kemudian mendapat izin dari Pemprov Maluku mengangkat material sedimen mengandung sianida, mercuri tersebut agar dampak kerusakan lingkungan tidak makin parah. Hingga kini ada sekitar 600 ribu ton material mengandung sianida, mercuri diangkat perusahan tersebut. “Kami baru mengangkat material dari hulu sungai Anahoni baru sekitar 40 persen. Dan pengangkatan terus dilakukan sesuai izin dari Gubernur Maluku hingga ke hilir sungai Anahoni yang tercemar mercuri dan sianida,” kata Bambang.
Menurutnya, setelah diangkat, material tersebut kemudian diolah atau dibersihkan dari unsur sianida dan mercuri dengan pengawasan ketat dari instansi pemerintah yang berwenang. Sedangkan yang mengandung logam mulia, emas dipisahkan. “Izin kami saat ini masih pengangkatan, kami sementara proses untuk mendapatkan izin pengolahan material. Kami akui material yang diangkat ada sedikit mengandung logam mulia, emas,”katanya. Selain membangun berbagai infrastruktur, BPS juga memberikan insentif tiap bulan bagi puluhan perangkat adat di wilayah petuanan Kayeli. ADI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *