Tegur Pengendara Mobil, Anggota Pol-PP Kena Bogem di Pos Jaga Laha

by
Ansar Kilwalaga, anggota Satpol PP Pemprov Maluku yang alami penganiayaan usai tegur pengendara mobil pribadi soal protap kesehatan, Minggu (2/8/2020). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Di penghujung penerapan PSBB transisi jilid I, seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Pemerintah Provinsi Maluku jadi korban penganiayaan. Sebuah lebam besar di mata kanan jadi penanda, Ansar menerima bogem oleh enam orang berpakaian preman.

Kejadian bermula saat mereka masuk ke pos jaga Laha Kecamatan Teluk Ambon, tempat Ansar bertugas dan tengah bersiap menyudahi sift. “Beta pas ada masuk di pos cas hape lalu tiba-tiba dong (enam orang) masuk tanya-tanya dan langsung pukul. Salah satunya itu intel AL yang beta tegur soal protap kesehatan,” jelas Ansar Kilwalaga anggota Satpol PP kepada wartawan, Minggu sore (2/8/2020).

Pemeriksaan protap kesehatan selama PSBB Transisi di pos Laha, tempat Ansar bertugas

Akibatnya mata kanan Ansar biru lebam dan bengkak, rahang serta pipi bagian dalam pecah akibat terkena dua kali pukulan. Pada dada juga area perut kanan kiri kenan tendangan dan diinjak. Dia sempat mencoba menghindar saat pukulan kedua hampir mengenai hidung.

Seorang dari keenam orang itu, katanya, merupakan pengemudi mobil mini bus yang melintas di pos penjagaan dari arah Hatu Kabupaten Maluku Tengah menuju ke Kota Ambon.

Ansar kepada wartawan dia menjelaskan pada Sabtu (1/8/2020) sekitar pukul 15.00 WIT, mobil mini bus itu melintas dan dicegat lantaran melanggar protap kesehatan selama PSBB Transisi. Jumlah penumpang di dalam kendaraan itu ada enam orang. Dua di bangku depan dan empat orang di bagian tengah.

Loading...

Jelas hal itu melanggar ketetapan kapasitas angkut penumpang 50 persen bagi kendaraan pribadi yang ditetapkan pemkot dalam perwali. “Katong panggil bicara kasih tahu kalau ini sudah melanggar. Katong tegur, minta kasih turun sebagian. Dia (pengemudi) kasi turun satu tapi sekitar 3 meter dari pos dia kayak baterek bagitu lalu angkut penumpang tadi lagi. Katong kejar sampai depan polsek,” tutur pria kelahiran 1987 itu.

Di situlah dirinya dan petugas jaga sempat berdebat namun ditutup dengan kesepahaman dan saling jabat tangan. Sayangnya, saat jam tugas hampir usai, bapak satu anak ini malah didatangi enam orang kemudian menghunjaminya pukulan.

Bahkan usai pemukulan keenam orang yang disebut sebagai anggota intel AL itu sempat berbicara kepadanya dan anggota di pos agar menempuh jalur damai. “Tadi siang dua orang datang, salah satunya itu Dan Intel, sekitar pukul 11.00 WIT untuk minta harus berdamai. Katanya biar diproses sesuai kedinasan,” lanjut dia.

Usai kejadian pemukulan, dia dilarikan ke Rumah Sakit Tingkat II Prof. dr. J. A. Latumeten (RST) malam itu dan keluar sekitar pukul 02.00, Minggu (2/8/2020) dini hari. Lebam di mata dan mulut cukup memperlambat aktivitasnya sehari hari. Ansar hanya dapat makan makanan yang lembut. Bengkak berangsur pulih, namun bekas pukulan di rahang perut serta kepala bagian belakang masih terasa.

Ansar adalah anggota Satpol PP Pemerintah Provinsi Maluku yang diperbantukan di Pemerintah Kota Ambon selama selama masa PSBB transisi yang diterapkan Pemkot untuk percepatan penanganan covid-19.

Sementara itu Kepala Penerangan Lantamal IX Ambon, Kapten Marno mengatakan masalah tersebut hanya keselapaham. Namun Marno tidak mau menjelaskan lebih jauh tindakan oknum anggota Lantamal IX Ambon. “Ini kesalapahaman, mohon pengertiannya teman-teman media,” katanya saat dihubungi Minggu (2/8/2020) malam. (PRISKA BIRAHY)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *