Temui Presiden, Gubernur Sampaikan Tujuh  Proyek Prioritas Maluku

by
Presiden Jokowi bersama Gubernur Maluku dan sejumlah menteri saat menghadiri HPN di Ambon 9 Februari 2017. Foto : TERASMALUKU

AMBON-Gubernur Maluku Said Assagaff, menemui Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jumat (17/2) membicarakan pelaksanaan Tanwir Muhammadiyah di Kota Ambon yang akan digelar 24 Februari mendatang. Presiden dipastikan membuka Tanwir Muhamadiyah  tersebut.  Gubernur juga menyampaikan tujuh proyek prioritas kepada Presiden.  Kepala Bagian Humas Setda Maluku Bobby Palapia, mengatakan hal ini kepada wartawan di Ambon.

Menurutnya,    kunjungan Presiden ke Maluku haruslah memberikan dampak positif untuk kesejahteraan rakyat. Ia mencontohkan saat kedatangan Presiden pada Pelaksanaan HPN 9 Februari 2017, ada beberapa hal yang telah disetujui, dan  sangat membantu pembangunan di Maluku.

Palapia mencontohkan, dengan adanya kedatangan Presiden itu, Dana Alokasi Umum (DAU) untuk Maluku di tahun 2018 akan ditambahkan sesuai dengan luas lautan yang di wilayah  Maluku.

“Setelah beliau mendengar laporan dari Pak Gubernur, Presiden kemudian menyetujui adanya DAU yang harus sesuai dengan luas lautan Maluku, dan berlaku mulai DAU tahun depan. Selain itu juga Maluku nantinya akan diberikan bantuan Kapal Ferry Roro berukuran besar, untuk mempermudah akses perhubungan di Maluku.

“Dan yang ketiga itu, wartawan di Maluku diberikan kesempatan untuk melanjutkan studi S2, S3 ke Jepan, kuliah lanjut ini akan dibiayai langsung oleh Presiden. Ini sangat menguntungkan,” jelasnya.

Loading...

Atas dasar itulah, menurut Palapia, maka saat ini Gubernur juga ingin kembali menyampaikan tujuh Proyek Prioritas di Maluku agar bisa menjadi perhatian pemerintah pusat. Ketujuh  proyek prioritas tersebut yakni, pembangunan Pelabuhan Konteiner di Desa Waai dan Desa Tulehu yang diperkirakan akan menghabiskan dana triliun rupiah.

Pelabuhan Konteiner Perikanan Terpadu ini akan dibangun pada lahan seluas 340 hektar. “Gubernur menginginkan agar dengan adanya pembangunan pelabuhan tersebut, maka kawasan ini kedepannya dapat menjadi kawasan industri,” katanya.

Hal kedua, yang menjadi prioritas, Gubernur ingin menyampaikan usulan terkait Instute Teknologi Ambon (ITA) untuk pengembangan Sumber Daya Manusia di Maluku. “Beliau ingin pengembangan SDM di Maluku, oleh sebab itu, gubernur ingin menyampaikan kembali usulan ITA kepada Presiden,” ungkapnya.

Ketiga, gubernur ingin menyampaikan pencanangan Flyover di Jalan Jenderal Sudirman, yang lokasinya pernah ditinjau Menteri PUPR pada tahun 2015 lalu. Dan keempat, gubernur ingin kembali membahas pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dengan Presiden, karena pada saat HPN keinginan besar Pemerintah Provinsi Maluku untuk peletakan batu pertama tidaklah terwujud.

Kelima, Gubernur juga akan membicarakan pembangunan Pasar Mardika. Terkahir Gubernur membahas masalah perhubungan di Maluku, dimana masih dibutuhkan dermaga dan juga alat transportasi untuk menghubungkan pulau-pulau. Oleh sebab itu, Gubernur meminta adanya pembangunan 10 pelabuhan ferry di Maluku dan terkahir 4 buah ferry. “Gubernur mengharapkan agar tentunya dengan pembahasan tujuh proyek prioritas tersebut, ada dampak positif, seperti saat HPN,” harapnya. (IAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *