Tenaga Honorer K2 Tak Terima Jadi Tenaga P3K Oleh Pemkot Ambon

by
Tenaga honorer K2 protes kebijakan pemkot yang menjadikan mereka tenaga P3K. FOTO: Alain Sanusi

 

TERASMALUKU.COM  –  Ratusan honorer K2 menggelar unjuk rasa di halaman Balai Kota Ambon, Kamis (28/2). Unjuk rasa tersebut dilakukan menuntut agar honorer K2 dapat diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN) bukan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Koordinator Honorer K2 Kota Ambon Hasim Raidi mengatakan, mereka tidak menyetujui skema yang disiapkan kepada para honorer K2 yaitu P3K. Menurutnya hal tersebut tidaklah berkeadilan karena perjuangan mereka adalah untuk menjadi ASN. “Kita mau untuk menjadi ASN bukan sebagai P3K,” kata Hasim lugas.

Dia mempertanyakan ide pemerintah menjadikan P3K. Padahal upah yang diberikan juga sama dengan ASN hanya saja P3K tidak menerima dana pensiun. “Apa bedanya, kalau seperti itu kenapa pemerintah tidak angkat kita sebagai ASN saja,” ujarnya.

Perekrutan P3K juga dibilainya tidak seimbang karena hanya tenaga guru, penyuluh dan tenaga kesehatan. “Sementara didalam K2 itu bukan hanya instansi itu saja, melainkan di K2 itu ada operator yang sudah bekerja sama-sama dengan kita,” ungkapnya.

Dia menambahkan, jika pemerintah ingin menerbitkan aturan jangan ada yang disakiti. Kalaupun mau merekrut tenaga P3K harus secara keseluruhan. “Nasib kita semua sama. Kami mau teman-teman lain juga bisa merasakan apa yang kami rasakan seperti guru yang nantinya akan direkrut,” pintanya.

Usai aksi unjuk rasa di halaman Balai Kota Ambon ratusan Honorer K2 itu melanjutkan aksi di DPRD Kota Ambon. (ALFIAN SANUSI)