Tenang, Mensos Janji Akomodir Kekurangan BST di Kota Ambon

by

TERASMALUKU.COM,AMBON – ┬áMenteri Sosial (Mensos) RI, Juliari Batubara berjanji untuk mengakomodir kekurangan Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi Kota Ambon.

Hal itu diungkapkan Mensos langsung kepada Walikota Ambon Richard Louhenapessy di Gedung Kementerian Sosial RI, Kamis (6/8/2020). Kehadiran walikota itu untuk membahas kekurangan BST di Ambon sesuai data realisasi per-Juli 2020.

Saat ini kuota BST yang ditetapkan Kementerian Sosial kepada Kota Ambon adalah sebesar 13.986 keluarga, namun baru terakomodir sebanyak 11.514 keluarga. Hal itu perlu disatukan agar tidak terjadi kesalahan pembagian.

“Untuk data yang dikeluarkan Kemensos sebanyak 27.786, didalamnya termasuk data BST sebanyak 13.986, dan yang baru terakomodir sebanyak 11.514 sisa 2.472. Namun berdasarkan data yang diperoleh dilapangan, kekurangan yang didapati sebanyak 2.671, terdiri dari 2.116 untuk Negeri Batumerah, 411 untuk Negeri Passo dan 114 untuk Desa Hative Kecil. Kemensos menyanggupi untuk mengakomodir kekurangannya dalam waktu dekat,” kata Walikota.

Walikota menjelaskan bahwasanya total penerima bantuan di Kota Ambon sebanyak 51.079 yang terdiri dari BST, PKH, Kartu Sembako, BLT dan Keluarga Miskin Baru (Misbar) dampak COVID-19.

Loading...

Daftar Keluarga Miskin terpadu di Kota Ambon yang dikeluarkan Kementerian Sosial adalah sebanyak 27.786, sisanya sebesar 23.293 masuk dalam BLT dan Bantuan Sembako kepada Keluarga Misbar.

“Atas nama Pemerintah dan Masyarakat Kota Ambon, saya berterima kasih atas keputusan yang ditetapkan Bapak Menteri untuk membantu Kota Ambon dalam hal memenuhi kuota BST yang diperlukan,” ungkap Walikota.

Mensos pun mengapresiasi Walikota Ambon atas keakuratan data yang dilaporkan, serta berjanji untuk mengawal proses penyaluran BST dimaksud. Mensos meengatakan Kota Ambon merupakan salah satu daerah terbaik pendistribusian Bansos kepada masyarakat.

“Saya berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada Bapak Walikota Ambon, karena keakuratan dan transparansi data ditingkat desa kelurahan yang dilaporkan. Boleh dibilang Kota Ambon termasuk salah satu Kabupaten/Kota terbaik dalam hal pendistribusian bansos kepada masyarakat. Data yang dimasukkan juga lengkap karena berdasarkan identitas Kartu Keluarga dan NIK Penerima. Terkait kekurangan yang menjadi persoalan Kota Ambon, saya sendiri akan mengawal proses ini hingga tuntas,” kata Mensos (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *