Tepat Hardiknas, CCI Beri Beasiswa ADHA dan ODHA Rp 75 juta

by
Direktur CCI, Dwi Prihandini berikan beasiswa kepada ADHA juga ODHA tepat di Hardiknas melalui Rumah Beta Maluku, (3/5). FOTO: CCI

TERASMALUKU.COM,AMBON, –  Clerry Cleffy Institute (CCI) kembali menyalurkan beasiswa bagi anak Maluku. Kali ini pemberian beasiswa kepada anak-anak dengan orang tua ODHA, ODHA serta anak dengan HIV/AID (ADHA).

Pemberian beasiswa ini sebagai bentuk nyata dukungan moral bagi anak yang bertumbuh di tengah stigma sosial sekaligus mendongkrak kepercayaan diri mereka. Beasiswa senilai Rp 75 juta itu diberikan melalui Mitra Rumah Beta Maluku (RBM) yang telah lama bekerjsama dengan CCI.

“Beasiswa ini tidak sekadar untuk sekolah. Artinya ada kebutuhan lain yang mereka butuh. Misalnya untuk tas, seragam atau hal hal lain. Misal juga ada anak mau belajar musik, beli sepatu olahraga buat yang mau olahraga. Saya alokasikan agar merek pede dengan potensi  yang ada,” terang Direktur Clerry Cleffy Institute, Dwi Prihandini, usai penyerahan beasiswa di Pantai Welaring, Hukurila, Ambon, Maluku pada Senin (3/5/2021).

Pemberian beasiswa tahun ini diberikan melalui Evilin koordinator RBM, dihadiri pengurus RBM dan anak anak serta orangtua dari anak anak dengan orangtua ODHA dan ODH serta ADHA Anak dengan HIV/AIDS.

Dukungan moril tersebut bukan yang kali pertama. Selama setahun dirinya telah merogoh kocek pribadi sebesar Rp 490 juta yang ditunjukkan di beberapa pos. Seperti beasiswa pendidikan selama tiga (3) tahun berturut turut Rp 230 juta.

Pemberdayaan bantuan usaha laundry Rp 15 juta, penerbitan sekaligus rilis buku ‘Kami Baik baik saja’ Rp 100 juta.

Sepeda kepada 27 anak Rp 27 juta, biaya persalinan Rp 5 juta, sembako gempa Rp 7,5 juta, THR Rp 3 juta, biaya 2 kali pelatihan sebesar 30 juta serta biaya lain lain Rp 5 juta.

“Besar harapan saya, anak anak Maluku dalam naungan RBM semakin percaya diri, semakin meningkat prestasinya di sekolah,” terang pendiri dan pembina Panti Asuhan Shedini Cinta Maluku itu.

Sementara Evelin, direktur RBM mengaku bersyukur dengan adanya beasiswa tersebut. Beasiswa itu akan digunakan untuk mendorong pengembangan diri dan pendidikan.

“Stigma juga cukup tinggi. Kalau untuk Provinsi Maluku sudah cukup baik untuk ADHA. Ada bantuan obat, subsidi gratis,” jelas Evelin.

Beasiswa ini secara langsung membantu anak dan orang tua untuk pengembangan di luar kebutuhan kesehatan. Stigma yang ada, diakui cukup menyulitkan ruang gerak.

Itu punya pengaruh besar pada lowongan pekerjaa, peluang di tempat kerja dan akses pada ruang sosial.

Dia berharap dukungan yang terus berjalan mambantu anak Maluku berkembang jadi lebih baik. (PRISKA BIRAHY)