Terbaru, Aset Faradiba Paling Banyak Ada di Sulawesi Selatan

by
Kapolda Maluku, irjen Pol. Royke Lumowa saat membeberkan perkembangan kasus kriminal selama setahun di ruang rapat Polda Maluku sore (31/12). FOTO: Alfian Sanusi

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Aparat Kepolisian berhasil menyita sejumlah aset-aset Faradiba Yusuf tersangka kasus pembobolan dana nasabah di Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang Utama Ambon yang merugikan milyaran rupiah beberapa waktu lalu.

BACA JUGA : UNIK, Polda Maluku Gelar Upacara Kenaikan Pangkat di Dasar Laut

Sebagian besar aset Faradiba ini disita aparat Direskrimsus Polda Maluku di Sulawesi Selatan yakni di Kota Makassar dan Bone.”Diskrimsus Polda Maluku berhasil sita aset Faradiba, sebagian besar di Makassar dan Bone,” kata Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa kepada wartawan saat menyampaikan realese akhir tahun, di Mapolda Maluku, Selasa (31/12/2019).

Dia menyebutkan, aset yang berhasil disita itu yakni satu unit mobil mewah disita di Makassar dan tujuh unit di Kota Ambon, satu buah cincin permata, 10 unit rumah mewah. “Rumah mewah ini disita di lokasi Ambon, Makassar dan Bone,” kata Royke.

Loading...

Selain itu, lanjut dia, aset yang disita adalah satu unit apartemen di Makassar, dua bidang tanah sebesar 4.000 hektar di Bone, satu bangunan dan tiga tempat usaha burung walet di Bone, dua bangunan usaha peternakan dan pemotongan ayam di Bone.”Kasus ini masih terus kita kembangkan lagi, dan ada indikasi kasus-kasus lama yang muncul berkat perkembangan penyidikan,” kata Royke.

Royke mengatakan, total kerugian negara itu sebesar 58, 9 Milyar, namun yang berhasil disita itu dalam bentuk uang 2,7 milyar ditambah barang bergerak dan tidak bergerak. Dalam kejahatan tersebut, kata Royke, enam orang ditetapkan menjadi tersangka yakni, Faradiba Yusuf, Christian Rumahlewang, Marice Muskita, Y. Maitimu, Callu, dan Soraya Pellu. “Dari enam orang ini lima orang dalam BNI dan satu orang dari luar,” katanya.

Dirkrimsus Polda Maluku Kombes Pol Firman Nainggolan mengatakan, Diskrimsus Polda Maluku terus berupaya mengembangkan kasus tersebut dan dari hasil pengembangan akan ada tersangka baru yang ditemukan nanti.”Setelah kembangkan kasus ini, nanti ada tersangka baru yang kita realese, tapi bukan sekarang,” kata Firman. (ALFIAN SANUSI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *