TERBARU, Bupati Batalkan Kebijakan Penutupan Pintu Masuk Keluar Buru, Ini Instruksi Terbaru Soal Pencegahan Corona

by
Instruksi Bupati Buru soal pencautan instruksi penutupan sementara pintu masuk keluar Buru lewat jalur laut, Selasa (31/3/2020). FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-NAMLEA-Bupati Buru Ramly Umasugi membatalkan instruksinya terkait penutupan sementara pintu masuk dan keluar Kabupaten Buru lewat jalur laut untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 di wilayahnya. Instruksi Bupati Buru yang tertuang dalam surat bernomor : 049/71 Tahun 2020 tentang penutupan sementara pintu masuk keluar dalam wilayah Kabupaten Buru sedianya berlaku mulai Hari Rau, 1 April 2020 pukul 24.00 WIT.

Belum juga sampai pada Rabu 1 April 2020, Bupati Buru Ramly Umasugi kembali mengeluarkan instruksi terbaru pada Selasa (31/3/2020) dengan 049/72 Tahun 2020 tentang pencabutan instruksi Bupati Buru Nomor 049/71 Tahun 2020 tentang penutupan sementara pintu masuk keluar dalam wilayah Kabupaten Buru.

“Bersama ini kami sampaikan bahwa terhitung sejak hari ini, (Selasa, 31 Maret 2020), instruksi Bupati (tentang penutupan sementara pintu masuk keluar Buru lewat jalur laut) tersebut dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi,” demikian surat instruksi Bupati yang diterima Terasmaluku.com dan Stat Humas dan Protokol Pemkab Buru, Selasa (31/3/2020) siang.

Loading...

Ada tiga poin instruksi Bupati Buru untuk pencegahan penyebaran COVID-19 di Buru. Pada poin pertama dijelaskan dalam upaya mencegah penyebaran virus corona di Kabupaten Bupati Buru, Pemkab Buru telah menyiapkan Penginapan Silta yang akan difungsikan sebagai tempat isolasi bagi masyarakat yang secara medis menunjukan gejala indikasi terpapar COVID-19.

Sementara itu pada poin kedua dijelaskan Bupati, Pemkab Buru akan memperketat penjagaan seluruh pintu masuk dengan menerapkan aturan pemeriksaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi seluruh penumpang yang tiba di Kota Namlea, dan khusus untuk pendatang yang bukan ber-KTP Kabupaten Buru dan berasal dari zona merah akan langsung di karantina pada tempat isolasi yang sudah ditetapkan.

Poin ketiga instruksi Bupati Buru dijelaskan,  kepada masyarakat Kabupaten Buru yang selesai melaksanakan kunjungan dari wilayah yang masuk katagori zona merah akan diwajibkan melaksanakan isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 14 harı dibawa pengawasan aparat keamanan serta dilakukan kontrol oleh tim medis setiap hari.

Instruksi Bupati Buru dengan tembusan sejumlah pejabat, diantaranya Gubernur Maluku, Pangdam 16 Pattimura, Kapolda Maluku serta sejumlah pihak terkai lainnya. (ADI)

  

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *