Terkait Kasus Begal, OKP Cipayung Plus Demo Kapolres Malteng

by
Aksi demo puluhan massa OKP Cipayung Plus di Mapolres Malteng Kota Masohi, Rabu (6/2/2019). FOTO : ANCA (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-MASOHI-Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Kemahasiswaan dan Pemuda (OKP) Cipayung Plus HMI, GMKI, PMII dan GMNI di Kota Masohi berunjukrasa di Mapolres Maluku Tengah (Malteng), Rabu (6/2/2019).

Dalam aksinya demonstran mendesak Kapolres Malteng AKBP Raja Arthur Simamora dicopot. Tak hanya Kapolres, pengunjukrasa juga mendesak Kasat Serse AKP Syahrul Awab agar dicopot. Pengunjukrasa menilai Kapolres dan Kasat Serse tidak mampu mengungkap kasus begal di Kota Masohi yang menewaskan seorang ibu rumah tangga, Andi Sapriani.

Andi Sapriani meninggal di RSUD Masohi, Senin (28/1/2019), seminggu setelah dijambret orang tak dikenal di kawasan SMA Negeri 1 Masohi, Senin (21/1/2019) dinihari. Namun sampai saat ini polisi belum juga mengungkap pelaku dan motif aksi begal itu. “Sudah dua minggu kasus ini tidak ada kejelasan, Kapolres dan Kasar Serse kalau tidak mampu ungkap pelaku lebih baik mundur,” terika pendemo.

Ketua Cabang PMII Irman Parman, menegaskan kasus tersebut segera diungkap agar tidak menimbulkan keresahan, spekulasi dan instabilitas di tengah-tengah masyarakat. Karena lanjutnya pelaku masih bebas berkeliaran.

Karena itu, polisi sedianya berkerja ekstra menjawab harapan pihak keluarga dan masyarakat. “Jika pelaku tidak bisa diungkap, maka masyarakat merasa kuatir dan bisa memicu saling curiga. Nah, itu yang tidak kami harapkan,” tambah Ketua HMI Cabang Masohi, Hermansya Toyo.

Para OKP Cipayung Plus berencana menyampaikan secara langsung persoalan ini kepada Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa, sekaligus meminta Kapolres dan Kasat Reskrim dicopot, apabila kasus tersebut tidak diungkap.

Kapolres berharap masyarakat mempercayakan pihak kepolisian bekerja mengungkap peristiwa tersebut. “Kasus ini sedang dalam pengembangan polisi, percayakan kepada polisi untuk mengungkap kasus ini,” kata Kapolres saat menerima pendemo.

Aksi demontrasi diawali di kawasan pusat perbelanjaan Masohi Plaza, kemudian pendemo long march ke Kantor Bupati dan berakhir di Markas Polres Malteng. Usai menyampaikan tuntutan, pendemo kemudian membubarkan diri.(ANCA)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *