Ternyata Ada Biaya Sewa Lapak, Pedagang Akan Temui Komisi II DPRD Kota

by
Nomor undian bagi pedagang Gedung Putih yang akan pindah ke pasar terapung yang disebut akan dikenai biaya sewa oleh pihak ketiga, (15/6). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Para pedagang pasar gedung putih berencana mendatangi kantor DPRD Kota besok, (16/6/2021). Mereka mempertanyakan kabar adanya biaya sewa lapak yang harus dibayar ke pihak ketiga.

Hal itu diungkapkan sejumlah pedagang siang tadi. Mereka mengaku siap sedia pindah. Sebagian besar telah mengosongi kios di lantai II dan mengemasi barang-barang.

Di lain sisi, mereka bingung dengan adanya kabar 270 pedagang Gedung Putih yang akan pindah harus membayar sewa lapak di pasar terapung.

“Katong su siap. Semua sudah kemasi barang. Tapi katong mau tanya ini harus kenapa ada yang bayar. Lalau kalau bayar, nanti setor ke siapa,” ungkap Pia pedagang pakaian di lantai II Gedung Putih.

Berdasar informasi yang mereka terima, Pia mengatakan pedagang harus membayar sejumlah uang yang belum jelas nominalnya. Padahal perpindahan ke lapak baru, disebut-sebut gratis.

Bahkan walikota Ambon, Richard Louhenapessy dalam beberapa kesempatan jumpa pers menyampaikan hal serupa. Pedagang tidak dipungut biaya sepeserpun saat pindah ke pasar sementara.

Untuk itu, Pia dan beberapa pedagang yang tergabung dalam pengurus IPPMI (Ikatan Pedagang Pasar Mardika) akan bertemu anggota Komisi II DPRD Kota Ambon.

“Besok katong ke DPRD ketemu komisi II jam 11 untuk tanya hal itu. Kalau bayar itu jumlahnya berapa. Dan bagaimana mekanismenya,” kata Pia mempertanyakan informasi yang didengar sejumlah pedagang itu.

Meski begitu dia dan ratusan pedagang lain tak menolak perpindahan. Mereka bahkan antusias pindah agar revitalisasi berjalan lancar.

Hanya saja mereka masih mempertanyakan biaya sewa lapak atau kios yang kini dibebankan kepada pedagang. Sementara sebelumnya, pemerintah kota menjamin perpindahan itu gratis. (PRISKA BIRAHY)