Ternyata Ini Alasan Enam Napi Kasus Teroris Dipindahkan ke Lapas Ambon

by
Pasukan Brimob Polda Maluku mengawal proses pemindahan napi kasus teroris ke Lapas Kelas IIA Ambon, Senin (29/3/2021). FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Enam Narapidana (Napi) kasus teroris, warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Gunung Sindo, Jawa Barat, dipindahkan ke Lapas Klas IIA Ambon di kawasan Nania Kota Ambon.

Mereka yang dipindahkan ke Lapas Ambon yaitu Adrian Simedin (33), Agus Sunyoto (35), Faizal Tatalawat (34), Mufli Kiromo (33), Roma Dahyat Litiloly (32) dan Said Laisouw (37).

Ke enam napi ini dipindahkan dengan pengawalam ketat dari aparat kepolisian, Senin (29/3/2021).

“Benar. Ada enam orang (narapidana kasus teroris) yang sudah dipindahkan sejak kemarin di sini,” kata Kepala Lapas Ambon, Saiful Sahri kepada Terasmaluku.com, Selasa (30/3/2021).

Saiful mengaku, pemindahan enam napi kasus ini setelah mereka dinilai sudah bisa kerjasama atau masuk dalam kategori Negara Kesatuan Repoblik Indonesia (NKRI).

“Ini karena mereka sudah masuk dalam kategori NKRI, artinya sudah bisa diajak kerjasama,” kata dia.

Selain itu, pemindahan mereka juga karena masa tahanannya tinggal sebulan lebih. Bahkan, pada 21 Mei 2021 nanti, tiga diantaranya sudah dibebaskan. Mereka berasal dari Ambon.

“Insha Allah tanggal 21 Mei 2021 nanti ada tiga yang sudah pulang. Anak-anak sini jua (Ambon),” terangnya.

Menurut Saiful, enam napi kasus teroris yang dipindahkan ke Lapas Ambon memiliki masa tahanan bervariasi. Mereka dihukum selama 3 sampai 5 tahun. Enam napi teroris ini mulai ditahan sejak 5 Mei 2018 lalu.

Adrian Simedin divonis 3 tahun, Agus Sunyoto 4,6 tahun, Faizal Tatalawat 3 tahun, Mufli Kiromo 3 tahun, Roma Dahyat Litiloly 5 tahun dan Said Laisouw 5 tahun.

“Mereka dipindahkan ke sini juga karena ingin mendekatkan diri dengan keluarga dan sudah tinggal 1 bulan mereka sudah pulang,” tandasnya. (HUS)