Ternyata PSK Eks Tanjung Dikirim ke Kota Bula

by
Lokalisasi Tanjung Batu Merah Kota Ambon tutup, namun masih ada yang tak bisa kembali karena tak masuk daftar untuk dipulangkan Pemkot, Jumat (7/2/2020). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kota Bula Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) rupanya menjadi daerah tujuan pekerja seks komersial (PSK) setelah lokalisasi Tanjung di kawasan Batu Merah Kota Ambon ditutup Kamis (6/2/2020). Alih-alih pulang ke kampung halamannya, sejumlah PSK eks Tanjung malah ke Bula sebagai kota target tujuan mereka.

Seorang sopir mobil pangkalan jurusan Bula-Ambon mengungkapkan hal itu kepada Terasmaluku.com yang menggunakan jasa mobilnya, Kamis (13/2/2020). Pria yang tidak mau menyebutkan namanya ini mengakui pada Selasa (11/2/2020) membawa empat orang PSK eks Tanjung ke Kota Bula. “Dua hari lalu (Selasa, 11 Februari) beta bawa empat orang (PSK) bekas dari Tanjung ke Kota Bula, mereka sewa mobil. Beta antar langsung mereka ke salah satu tempat karoeke di kawasan Sesar Kota Bula,” kata pria ini.

BACA JUGA : Begini Respon Disdukcapil SBT Atas Masuknya PSK Eks Tanjung

Sopir yang berusia sekitar 50 tahun ini memastikan keempat orang wanita tersebut adalah bekas dari Lokalisasi Tanjung. Ia mengenal mereka karena tinggalnya tak jauh dari Tanjung. Pria ini menjelaskan, empat PSK tersebut dijemput di kawasan Jalan Pantai Mardika Ambon, kemudian dibawa ke Kota Bula dengan mobil pangkalannya. “Mereka sewa mobil dari Kota Ambon ke Kota Bula 2 juta rupiah, karena itu memang harganya seperti itu dari Ambon ke Bula dan sebaliknya juga,” ungkapnya.

Bahkan menurunya di hari yang sama itu, ada sembilan PSK yang hendak ke Kota Bula. Empat orang naik di mobilnya, tiga naik mobil rekannya, dan dua orang lagi naik di mobil pangkalan berbeda. PSK itu sengaja berbaur dengan penumpang lainnya agar tidak dicurigai. “Kalau di dua mobil, mereka (PSK) berbaur dengan penumpang lainnya agar tidak dicurigai. Tapi dua orang di salah satu mobil tertangkap di Pelabuhan Hunimua Liang oleh petugas sehingga diturunkan dan tidak bisa menyeberang ke Bula,”katanya.

loading...

Ia mengatakan berdasarkan pengakuan PSK, mereka terpaksa ke Kota Bula bekerja di tempat-tempat karoeke di Kota Bula, karena tidak ada lagi pekerjaan setelah Lokalisasi Tanjung ditutup Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. “Mereka cerita banyak di mobil,  tidak ada lagi pekerjaan setelah Tanjung tutup. Ada orang yang ajak bekerja di karoeke di Bula langsung mereka mau,” tutur sang sopir ini.

Diduga para PSK ini sengaja dikirim oleh seorang germo ternama eks Lokalisasi Tanjung ke Kota Bula untuk menjalankan bisnis prostitusi di daerah itu. Para PSK eks Tanjung ini diduga merupakan 18 PSK yang hilang jejak sebelum Pemkot Ambon menutup lokalisasi Tanjung, Kamis (6/2/2020).

Saat penutupan Lokalisasi Tanjung, Walikota Ambon Richard Louhenapessy mengatakan tersisa 52 PSK di lokalisasi masuk daftar pemulangan, sebagian sudah pulang secara mandiri ke daerah asalnya. Walikota memastikan 52 PSK yang terdata dipulangkan hingga ke daerah asalnya oleh tim Pemkot Ambon. (ADI) 

 

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *