Ternyata Tanaman Ganja Di Kabauw Pernah Panen, Bibit Sudah Masuk Ambon

Ternyata Tanaman Ganja Di Kabauw Pernah Panen, Bibit Sudah Masuk Ambon

SHARE
Waka Polres Pulau Ambon Kompol Ferry Mulyana memperlihatkan 11 pot pohon tanaman ganja yang diserahkan aparat Polsek Haruku ke Mapolres, Rabu (13/2/2019). Tanaman ganja ini sebelumnya diserahkan aparat Satgas Yonif 711/Raksatama ke Polsek Haruku, dan merupakan hasil temuan warga dan Satgas Yonif 711/Raksatama di hutan Negeri Kabauw, Minggu (10/2/2019). FOTO : ALFIAN SANUSI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Tanaman ganja yang telah diamankan bukan merupakan tanaman baru. Dari hasil temuan, belasan tanaman ganja itu sudah pernah dipanen oleh pemiliknya. Itu terlihat dari pucuk-pucuk dan bekas petikan. Dari situ diyakini tanaman ganja telah diolah untuk dikonsumsi meski hingga saat ini belum ada bukti hasil olahan ganja yang dipetik.

Waka Polres Pulau Ambon Komisaris Polisi (Kompol) Ferry Mulyana mengatakan hal itu kepada wartawan saat menerima penyerahan 11 pot pohon ganja dari Polsek Pulau Haruku di Mapolres Pulau Ambon, Rabu (13/2/2019). Ferry mengatakan dari 11 pot tanaman ganja, 5 pot tanaman ganja sudah dipanen oleh pemiliknya. “Sudah panen itu, dari 11 pot, 5 pot (tanaman ganja) diperkirakan sudah panen,” kata Ferry.

Seperti diketahui 11 pot pohon ganja itu sebelumnya diserahkan aparat Satgas Yonif 711/Raksatama ke Polsek Pulau Haruku, pada Minggu (10/2/2019). Pohon ganja yang ditanaman dalam pot itu awalnya ditemukan seorang warga Negeri Kabauw di hutan desa itu. Ia curiga atas tanaman tersebut dan melaporkan ke Pos Satgas Yonif 711/Raksatama.

Warga bersama aparat Satgas TNI kemudian menyisir lokasi temuan dan menemukan lagi pot tanaman ganja sehingga total berjumlah 11 pot tanaman ganja. “Awalnya warga yang ketemu lalu lapor ke TNI, kemudian serahkan ke Polsek Pulau Haruku,” katanya.

Ferry mengatakan usai menerima penyerahan tanaman ganja serta laporan dari warga dan TNI, pihaknya mulai pencarian terhadap pemilik tanaman. Sayangnya setelah dua hari mengendap dan bersembunyi, pihak kepolisian belum menemukan si pemilik tanaman ganja itu. Kuat dugaan dia lebih dulu melarikan diri. Apalagi lokasinya di tengah hutan dan bukan di area kebun.

“Lokasinya itu di hutan belantara, tidak masyarakat yang beraktifitas disitu,” ungkanya. Dari penemuan, tanaman ganja itu berusia sekitar lima sampai enam bulan dengan tinggi 1 meter. “Kita terus melakukan pengembangan terhadap penemuan pohon ganja ini, pemiliknya kita terus cari. Sebab bibit dari pohon tersebut sudah masuk di wilayah kota Ambon,” tegas Waka Polres Ambon. (ALFIAN SANUSI)

loading...