Terpidana Korupsi Runway Bandara Moa Dieksekusi ke Lapas Ambon

by
Sunarko (tengah) saat diciduk di Hotel Asnof Pekanbaru, Riau, Selasa (20/10/2020) malam. Foto: tangkapan layar

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Sunarko, terpidana korupsi pembangunan runway Bandara Moa Tiakur Kabupaten Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Kamis (22/10/2020) akan dieksekui ke Kota  Ambon untuk menjalani hukuman.

Sunarko yang menjadi DPO Kejaksaan Agung itu ditangkap Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI bersama Tim Kejati Maluku dan Kejari Pekan Baru di Hotel Asnof Pekanbaru, Kota Pekanbaru, Riau Selasa 20 Oktober malam.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Maluku, Samy Sapulette mengatakan, rencananya terpidana Sunarko akan tiba di Ambon Kamis sore. “”Informasinya tiba di Ambon sekitar pukul 15:35 WIT,”ujarnya menjawab Terasmaluku.com via pesan singkat WhatApps Kamis pagi.

Apakah Sunarko langsung dieksekui ke Lapas Klas II Ambon, Sapulette menyebutkan kemungkinan Sunarko akan terlebih dahulu dibawa ke Kejaksaan Tinggi Maluku sebelum dieksekusi ke Lapas Ambon. “Sepertinya akan ke Kejati dulu,”sambungnya.

Sapulette belum mau menyebutkan berapa tahun vonis Mahkamah Agung (MA) yang ditauhkan kepada Sunarko dalam perkara korupsi yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 3,1 miliar itu. “Nanti sekalian diberikan ya (saat Sunarko sudah tiba di Kejati),”tandasnya.

Loading...

Sebelumnya Sunarko yang merupakan DPO terpidana perkara tindakpidana korupsi pembangunan runway bandara Moa Tiakur di MBD Tahun 2012 ditangkap di Pekanbaru Selasa 20 Oktober malam.

Penangkapan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 903 K/PID.SUS/2019 tanggal 23 Mei 2019 serta Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan (P-48) Kepala Kejaksaan Negeri Tual Nomor : Print-126/Q.1.12/Fuh.3/04/2020 Tanggal 21 April 2020.

Pembangunan konstruksi runway Bandara Moa Tiakur pada APBD Kabupaten MBD Tahun anggaran 2012 senilai Rp19 miliar yang berujung tindakpidana korupsi dengan kerugian mencapai Rp3,1 miliar.

Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi Ambon diketuai Jimmy Wally memvonis Sunarko empat tahun penjara serta denda Rp200 juta, subsider dua bulan kurungan. Awalnya, perkara ini ditangani tim jaksa penyelidik dari Kejaksaan Agung sejak akhir 2016, kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Maluku pada April 2017.  Dalam kasu ini, tiga terdakwa lainnya sudah divonis penjara oleh PN Ambon. (Ruzady)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *