Terpleset di Dapur, Perempuan yang Mengandung 8 Bulan Ini Dinyatakan Positif Covid-19

by

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Halima Rumeon pasien asal Bula Kabupaten Seram Bagian Timur yang tengah mengandung 8 bulan dinyatakan positif
Corona Virus-19. Sementara hasil pemeriksaan di RS Bula menyatakan dirinya perlu ada tindakan operasi terhadap kandungan usai terpeleset di dapur rumahnya.

Ahmad Yani Urat sang suami pun protes. Pihak RSUD Dr Haulussy sebagai rumah sakit rujukan menolak permintaan dirinya ikut masuk isolasi agar bisa menemani istri yang merasa sakit dan keram di bagian perut. Ahmad bahkan sudah menyatakan bersedia jika harus dites bila itu syarat agar bisa mendampingi Halimah Rumeon isterinya.

Halimah Rumeon perempuan 26 tahun itu saat ini berada di ruang isolasi RSUD. Dr. Halussy Kudamati Ambon. Sejak dirujuk pada Selasa, Halimah masuk isolasi pada Jumat sebagai pasien covid usai tiba di RSUD Ambon pada Rabu.

Kepada Terasmaluku.com sang suami Ahmad Yani Urat menceritakan kronologinya. Ahmad mengaku tak terima dengan kondisi bahwa isterinya mengidap covid-19. Pasalnya dia terus mendampingi istrinya yang sakit perut akibat terpeleset. “Waktu terpeleset di dapur katong bawa ke rumah sakit Bula. Itu perutnya bagian pusar biru dan sakit. Kata dokter ada gangguan di kandungan jadi harus dioperasi tapi alat tidak lengkap buat bius dan lain lain,” bebernya usai menggelar keterangan pers bersama himpunan pemuda Kilmuri di Tribun Lapangan Merdeka siang tadi, (4/10/2020).

Loading...

Rumah sakit lantas merujuk sang isteri untuk mendapat penanganan serius di Ambon.
Menurut Ahmad mereka berangkat dari Bula pukul 23.00 menggunakan ambulans dan tiba esok harinya, Rabu. Halimah langsung mendapat penanganan di UGD. Namun ada perbedaan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan RSUD Dr. Haulussy tidak menunjukkan tanda tanda serius.
Hal itu kata Ahmad jauh berbeda dengan keterangan medis rujukan dari rumah sakit Bula.
“Beta istri perut kayak keram sakit dan sesak napas. Makanya dong kasih pake oksigen. Lalu ambil darah dan bilang beta istri harus isolasi, positif,” akunya.
Dengan kondisi seperti itu Sang istri harus masuk ruang isolasi lantaran dinyatakan positif covid-19 pada Jumat. Sementara hasil tertulis baru keluar pada Sabtu. Sempat dirinya mendengar kabar jika sang istri terkena covid-19 saat dalam perjalanan dari Bula ke Ambon. Bisa juga tertular saat berdada di RSUD Dr Haulussy.
Atas kondisi yang dia nilai ganjil itu Ahmad berniat menyampaikan langsung kesusahannya kepada gubernur Maluku atau ketua harian gustu Maluku.

Pada Sabtu, dirinya sempat berkomunikasi dengan Sekda Maluku Kasrul Selang selaku ketua harian Gustu Provinsi Maluku melalui pesan singkat whatsapp. Kasrul pun telah mengiayakan untuk bertemu.

Pasalnya pihak rumah sakit enggan mengijinkan dia ikut menemani Halimah. “Katanya harus izin gubernur dan gugus tugas. Kalau seng bisa ikut isolasi, beta minta bawa pulang istri ke Bula tapi hasil pertemuan di Bula seng bolehkan bawa beta istri. Takut nanti menyebar. Beta permintaan cuma dua itu saja,” harapnya.

Saat ini kondisi Halimah masih merasa kesakitan. Bagian perut terasa sakit serta sesak napas. Halimah katanya Juga sulit makan makanan yang diberikan dari rumah sakit dan butuh bantuan. “Kalau dia kena (covid-19) beta juga kena. Sementara istri pasti pikiran itu kan pengaruh ke kandungan,” keluhnya. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *