Tersangka Kasus Korupsi DLHP Ambon Bertambah? Ini Penjelasan Kajari Ambon

by
Kajari Ambon, Dian Frits Nalle (tengah) saat berikan keterangan terkait penahanan tiga tersangka kasus tipikor anggaran BBM armada DLHP Kota Ambon Tahun 2019. Foto : terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Tiga tersangka kasus tindak pidana korupsi (tipikor) anggaran BBM armada Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon telah ditahan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Ambon.

BACA JUGA : Isak Tangis Keluarga Pecah Saat Tersangka Korupsi DLHP Ambon Digiring ke Mobil Tahanan

Dalam kasus yang menyebabkan kerugian negara Rp. 3,6 miliar berdasarkan hasil audit BPKP dari total anggaran Tahun 2019 sebesar Rp. 5,6 miliar, penyidik Kejari Ambon menetapkan tiga tersangka yaitu Lucia Izaak alia L.I mantan Kepala Dinas LHP Kota Ambon, M.Y.T selaku PPK dan R.M.S selaku pihak ketiga.

Ketiga tersangka ni resmi ditahan penyidik Korps Adhyaksa dibawah pimpinan Dian Frits Nalle pada Jumat 27 Agustus kemarin usai jalani pemeriksaan sejak pukul 10:00 WIT.

Kajari Ambon, Dian Frits Nalle yang ditanyai kemungkinan bertambahnya tersangka dalam kasus ini mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan ahli maupun para saksi yang telah digarap penyidik, baru mengarah pada tiga tersangka.

“Untuk sementara sebagaimaa hasil audit dan juga keterangan dari Ahli dari BPKP dan saksi untuk sementara tiga tersangka,”tuturnya menjawab wartawan usai penahanan tiga tersangka di kantor Kejari Ambon, Jumat kemarin.

Namun lanjut Nalle, tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah jika dalam persidangan nantinya muncul fakta-fakta baru.

Dari fakta-fakta persidangan itulah penyidik akan kembangkan lagi. “Nanti kita lihat fakta-fakta dipersidangan apabila ada pengembangan-pengembangan lain,”tandasnya.

Begitu juga saat ditanya mengenai peran dari masing-masing tersangka, Kajari menolak beberkan dan mengatakan akan lebih jelas terbuka dalam persidangan nantinya.

“Nanti itu, karena ini masih tahap penyidikan, di persidangan lebih jelaslah, yang jelas tersangka L.I adalah KPA, M.Y.T selaku PPK dan R.M.S pihakswasta yang turut membantu,”tandasnya. (Ruzady)