Tersangka Perampokan Gaji PNS di Malra Terancam Tujuh Tahun Penjara

by
Kasat Reskrim Polres Malra Ajun Komisaris Polisi (AKP) Izaac Risambessy

TERASMALUKU.COM,TUAL-Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Maluku Tenggara (Malra) hingga terus melakukan pemeriksaan terhadap  MT alias A, tersangka  perampokan gaji PNS dan sejumlah kasus tindak pidana lainnya di wilayah hukum Polres Malra.

Kasat Reskrim Polres Malra Ajun Komisaris Polisi (AKP) Izaac Risambessy menyatakan, berdasarkan hasil penyidikan pihaknya, tersangka dijerat dengan Pasal 363 dan Pasal 362 Junto Pasal  55 ayat (1) dan pasal 56 KUHP  Pidana tentang pencurian dan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara

“Kami sementara melakukan pemeriksaan kepada tersangka. Dan berdasarkan hasil penyelidikan sementara atas tindak pidana yang dilakukan,  penyidik saat ini menjerat tersangka dengan pasal pasal  pencurian dan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” kata Risambessy kepada Terasmaluku.com, Sabtu (15/7).

Seperti diketahui, tersangka MT alias A, ditangkap Unit Buser Satuan Reskrim Polres Malra saat berada  di  Bandara Karel Sadsuitubun Ibra pada Kamis (13/7) petang. Polisi terpaksa menembak untuk melumpuhkan tersangka, karena saat penangkapan tersangka melarikan diri dan berusaha melawan aparat kepolisian.

Saat itu menurut Risambessy, polisi sudah mengikuti tersangka yang menuju bandara dengan menumpangi   mobil angkutan bersama sejumlah rekannya. Begitu sampai di bandara, polisi kemudian membuat taktis penyekapan namun tersangka mengetahui dan  melarikan diri hingga ke pintu ke luar  bandara. Dan polisi terpaksa melumpuhkannya. “Tersangka ini sudah lama menjadi target kami dan masuk DPO atas sejumlah kasus tindakan pidana yang dilalukannya,” katanya.

Risambessy menyatakan, kasus – kasus  tindakan pidana   yang dilakukan  tersangka yakni, perampokan uang gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS)  Kantor Kecamatan Kei Kecil Timur sebesar Rp 380.000.000 (tiga ratus delapan puluh juta rupiah), yang terjadi di Jalan Raya Ngabub dan Desa Samawi Malra pada Selasa 4 Maret 2014. Tersangka  saat itu merampas tas berisi uang gaji PNS yang dibawa Irfani Tarabubun, PNS di Kantor Kecamatan Kei Kecil Timur.

Setelah peristiwa itu menurut Risambessy, tersangka melarikan diri dari wilayah hukum Polres Malra, sehingga  polisi menetapkannya masuk DPO.  Tersangka juga terlibat kasus pencurian mesin johnson 4 PK milik A.K. Rumagia  di wilayah hukum Polsek Dullah Utara yang terjadi pada 9 Oktober 2016. Selain itu,tersangka terlibat pencurian satu ekor  kambing  di Desa Dullah pada 5 November 2016 dengan korban Hafsah Rahmani.

Selain itu, tersangka juga terlibat pencurian dengan pemberatan terhadap sepeda motor milik Dinas Pekerjaan Umum  Pemerintah Kota (Pemkot) Tual pada 13 Mei 2017. Tersangka  terlibat pencurian sepeda motor milik Dinas BPKAB Pemkot Tual, pencurian sepeda motor  di Lorong Citra milik Pemkot Tual.

Tersangka terlibat pencurian sapi milik Adnan Tamher, pencurian tiga unit motor metic dan satu unit sepeda motor vixon milik Pemkot Tual serta  sejumlah kasus pencurian lainnya. “Dari kasus– kasus tindakan pidana yang dilakukan tersangka, kami sudah mengamankan sejumlah barang bukti, seperti sepeda motor dan barang bukti lainnya,” kata Risambessy. (AS)