Tiap Jumat dan Minggu LSM Buka Mata Sapu Bersih Sampah di Banda

by
LSM Buka Mata yang mayoritas anak muda lakukan aksi bersih-bersih di jalan depan kantor Kecamatan Banda. Agenda rutin bersih jalan dan pantai dilakukan tiap Jumat dan Minggu Sore (26/10). FOTO: PRISKA BIRAHY

TERASMALUKU.COM,-BANDA NAIRA-Sebagai tempat wisata, Banda Naira tawarkan paket lengkap bagi para palancong. Kenyamanan sudah tentu jadi satu unsur penting yang harus diutamakan. Salah satunya dengan menjaga kebersihan pulau rempah itu. Seperti yang dilakukan sekelompok anak muda, LSM Buka Mata.

Berawal dari komunitas kecil, puluhan anak muda ini bertekad jadikan Banda Naira tempat bersih dan nyaman bagi turis. Nah, mereka punya jadwal bersih-bersih yang rutin. Yakni tiap Jumat dan Minggu sore.

LSM Buka Mata yang mayoritas anak muda lakukan aksi bersih-bersih di jalan depan kantor Kecamatan Banda. Agenda rutin bersih jalan dan pantai dilakukan tiap Jumat dan Minggu Sore (26/10). FOTO: PRISKA BIRAHY

Sebelum beraksi, mereka akan survei tempat mana yang kotor dan bersampah. Misalnya di jalan, pantai dan selokan. Jumat (26/10/2018) sore, anak-anak LSM Buka Mata turun ke jalan depan Kantor Kecamatan Banda di Kota Naira.

Berbekal sapu dan karung, belasan anak muda ini menyapu jalan utama di kota Banda itu. “Di sini orang lewat banyak, tapi kotor skali. Makanya katong pilih tampa ini,” ujar Sarifudin Wala atau Mamet, Ketua LSM Buka Mata sambil membersihkan jalan.

Lokasi yang dipilih tadi adalah salah satu jalan utama. Itu juga adalah akses menuju ke lokasi wisata paling ikonik se Banda, yakni Benteng Belgica. Sayangnya, jalan beraspal itu banyak ditutupi daun kering. Rumput liar juga tumbuh dari sela-sela aspal yang mulai bopeng di mana-mana.

Menurut Mamet, dirinya kerap dilanda rasa malu ketika ada wisatawan yang komplain soal sampah di Banda. “Kadang tu ada yang bilang soal sampah. Kalau jadi orang Banda katong pasti malu. Makanya lebih baik bikin sesuatu dari pada malu,” celotehnya.

LSM ini awalnya merupakan komunitas yang dibentuk pada 6 Agustus 2018. Memet lantas mengajak anak muda di sekitar rumahnya di Kampung Baru Banda bergabung di situ. Tak disangka, idenya tuai respon baik. Anggotanya, mulai dari anak SD hingga yang berumah tangga. Mereka ada sekitar 20 orang yang aktif tiap minggu turun ke jalan dan pantai.

Loading...
Berbekal peralatan sederhana sapu dan karung sampah-sampah dikumpulkan lalu dibakar.

Tak ada peralatan khusus yang mereka pakai. Tiap berakasi mereka hanya membawa serta sapu, plastik juga topi khusus sumbangan seorang wisatawan jerman. “Topi ini biar seng panas dan seng hirup debu. Turis itu dia liat katong aktifitas lalu dia bantu,” sebutnya.

Memet mengakui, warga Banda belum sepenuhanya melek isu lingkungan. Memang, pariwisata di tempatnya sedang meletup-letup. Namun kepedulian warga terhadap lingkungan dan sampah tak sehangat perkembangan pariwisatanya.

Untuk itulah dia menamai LSMnya, Buka Mata. “Buka Mata itu supaya orang-orang yang liat buka dong mata sadar dan ikut jaga lingkungan,” jelas dia. Apalagi Banda sebagai ibukota kecamatan, belum punya tenaga khusus untuk membersihkan jalan. Harapan utama dan satu-satunya ya warga itu sendiri.

Mamet khawatir jika tidak ada yang mulai bergerak, maka tak ada yang digerakan. Setidaknya mereka memberi sontoh kepada yang lain. Harapannya niat baik itu bisa ditiru.

Rahmat Hidayat Abidin, usianya baru 15 tahun. Siswa SMP kelas IX itu turut dalam kegiatan bersih-bersih sore tadi. “Kasih bersih supaya sehat dan seng kotor. Beta baru satu satu kali sa seng ikut,” ujarnya yang bersemangat angkat sampah bersama teman sebayanya yang lain.

Rahmat, bukan satu-satunya yang muda di situ. Ada yang lebih muda dan bergabung bersama Memet dan kawan-kawannya. Mereka mengaku sudah kantongi restu dari orang tua. Malah, kegiatan itu didukung penuh.

Hal tersebut yang membikin anak-anak itu rajin dan antusias tiap Jumat dan Minggu tiba. “Abis ini katong ke pante sudah. Kalau air naik, Minggu pagi saja,” tanyanya yang sejak tadi ingin ke pantai. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *