Tiba-tiba Satgas Covid Maluku Umum Penundaan Distribusi Vaksin, Ada Apa?

by
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Adonia Rerung saat berikan keterangan pers di kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu (13/1/2021) sore terkait penundaan distribusi vaksin covid ke kabupaten/kota. FOTO : TERASMALUKU.COM

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pasca didistribusikannya 7.280 dosis vaksin Covid Sinovac ke Dinas Kesehatan Kota Ambon Rabu (13/1/2021) siang sekitar pukul 11:00 WIT dari Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Rabu sore Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku kembali mengeluarkan pemberitahuan dadakan.

Pemberitahuan dadakan ini mengenai penundaan proses distribusi vaksin ke 10 kabupaten/kota lainnya di Maluku.

Loading…

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Adonia Rerung menjelaskan ditundanya distribusi vaksin Covid Sinovac ke kabupaten/kota selain Kota Ambon dikarenakan Direktorat Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendali Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI meminta provinsi untuk menunda proses distribusi vaksin karena harus menunggu tambahan 7000an dosis vaksin Covid Sinovac tiba di Ambon, Maluku terlebih dahulu.

Nantinya setelah tambahan 7000an vaksin ini tiba, barulah didistribusikan bersama vaksin yang telah lebih dulu tiba pada 4 Januari lalu.

Tambahan 7000an dosis vaksin Sinovac ini nantinya akan digunakan untuk penyuntikan kedua vaksinasi tahap pertama. Sementara vaksin yang telah tiba sebelumnya di Ambon pada 4 Januari itu untuk penyuntikan pertama vaksinasi tahap pertama.

Penundaan proses distribusi ini dipastikannya telah disampaikan ke kabupaten/kota. “Berdasarkan surat dari Dirjen Pencegahan dan Pengendali Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Tentang distribusi vaksin itu ada perubahan. yang tadinya kita sampaikan akan didistribusikan ke kabupaten/kota tanggal 13 dan 14 ada tiga kabupaten, ternyata ada perubahan. Jadi nanti akan ada distribusi vaksin kedua ke Maluku sekitar 7000an itu sebabnya kita menunggu vaksin itu datang baru kita distribusikan ke kabupaten/kota. Jadi masih menunggu lagi,”ungkapnya saat berikan keterangan pers di kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu sore.

Masih kata Rerung, langkah ini dilakukan Dirjen P2P Kemenkes karena ditakutkan vaksin tidak mencukupi saat penyuntikan kedua. Karena setelah penyuntikan vaksin pertama, 14 hari berselang harus dilakukan penyuntikan kedua.

“Kemungkinan itu disebabkan, kalau didistribusikan vaksin pertama itu untuk penyuntikan pertama kali, karena hari ke-14 ada penyuntikan lagi, pengulangan dan dikhawatirkan tidak mencapai, tidak cukup vaksinnya, jadi ditunggu sekalian satu kali drooping (distribusi), supaya tidak adalagi kendala disitu, nah ini pemberitahuan dari pusat mengenai distribusi vaksin,”terangnya.

Rencananya, lanjut Rerung, ribuan vaksin untuk penyuntikan kedua ini tiba di Ambon pada 22 Januari mendatang. Sementara distribusi ke 10 kabupaten/kota di Maluku selain Kota Ambon direncanakan pada awal Februari. “Direncanakan awal Februari baru didistribusi dan langsung vaksinasi di tingkat kabupaten. Jadi distribusi vaksin ke kabupaten/kota ditunda sampai menunggu datangnya vaksin berikut, setelah datang baru didistribusikan bersama,”sambungnya.

Menyinggung apakah tambahan 7000an dosis vaksin ini mencukupi untuk penyuntikan kedua mengingat jumlah tenaga kesehatan atau nakes di Maluku yang akan divaksin saja berjumlah lebih dari 14.000 orang, Rerung menjelaskan sesuai kalkulasi dari Kemenkes itu mencukupi karena tidak semua nakes bisa langsung divaksin, tetapi akan diinput lagi datanya mana yang bisa divaksin dan mana yang tidak bisa.

“Jadi dari Kementerian meminta menginput nama-nama SDMK (sumber Daya Manusia Kesehatan), nanti sampai disana tidak semua itu bisa divaksin, karena mungkin ada yang sakit komorbidnya, itu sebabnya kemarin Dinas Kota melaporkan dari 4.000 sekian nakes yang ada, hanya sekitar 53 persen yang akan divaksin. Karena yang tadi itu, mungkin ada yang punya penyakit-penyakit komorbidnya. Dikalkulasinya seperti itu,”tandasnya. (Ruzady)